Hari ini, Rabu, 26 Agustus 2026 Rombongan DPRD Inhil berkunjung ke SAMBU Group. Ini merupakan tindak lanjut hasil diskusi sebelumnya dengan berbagai pemangku kepentingan ekosistem kelapa serta rapat koordinasi dengan Kementerian Pertanian RI, di Jakarta, 18 Agustus 2026 lalu, terkait penurunan harga kelapa bulat di Inhil. Dalam rapat tersebut DPRD Inhil mendapat informasi tentang melemahnya pasar produk turunan kelapa, yang berdampak langsung kepada industri kelapa, sehingga terjadi penumpukan kelapa dan produk jadi di gudang perusahaan. Rombongan DPRD ingin mengecek langsung informasi tersebut, bagaimana realita dan fakta di lapangan. Hal ini dirasa perlu, untuk memastikan pengawalan DPRD terkait harga kelapa di Inhil benar-benar melihat semua aspek. Baik di hulu maupun di hilir.
Rombongan DPRD Inhil dipimpin oleh Ketua DPRD Inhil, Iwan Taruna, S.T., M.Si., bersama Wakil Ketua I DPRD Inhil, Ir. H. AMD. Junaidi AN. , M.Si dan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Samino. Rombongan DPRD Inhil langsung meluncur ke pabrik SAMBU Group yakni di PT Pulau Sambu di Guntung dan PT Riau Sakti United Plantations di Pulau Burung.
Rombongan DPRD Inhil mendapati kesesuaian antara informasi dengan fakta di lapangan. Terjadi penumpukan kelapa di gudang bahan baku maupun di gudang barang jadi. Baik di PT Pulau Sambu di Guntung maupun di PT Riau Sakti United Plantations di Pulau Burung.
“Penumpukan di gudang barang jadi ini akibat minimnya permintaan pasar, baik domestik maupun ekspor. Hal ini karena tekanan global akibat kondisi geopolitik, perang, perlambatan ekonomi dunia, serta penurunan permintaan pasar atas produk turunan kelapa yang masih terus berlanjut,”jelas A Ginting, Humas SAMBU Group.
SAMBU Group masih menyerap hasil panen petani kelapa lokal. “Meski saat ini kondisi pasokan dan stok kelapa melimpah (overstock), Sambu Group tetap konsisten menyerap hasil panen kelapa dari masyarakat. Meski dampaknya terjadi penumpukan kelapa di gudang bahan baku. Komitmen perusahaan menyerap kelapa ini untuk menjaga agar rantai pasok dan perekonomian petani kelapa di Indragiri Hilir tetap berjalan stabil dan berkelanjutan,” ujar A. Ginting.
DPRD Inhil melihat langsung bagaimana kondisi SAMBU Group sebagai industri kelapa yang sedang menghadapi dilema serta tantangan berat saat ini. Karena minim pemasukan, terjadi penumpukan barang jadi di gudang, akibat melemahnya permintaan produk jadi, namun di sisi lain diharapkan bisa membeli kelapa dengan harga tinggi, di tengah panen kelapa yang sedang melimpah, dan tidak adanya pihak lain yang bisa meyerap kelapa dalam jumlah besar.
Penumpukan produk jadi di gudang perusahaan tentulah bukan indikasi industri kelapa sedang baik-baik saja. Industri kelapa yang kondisinya sedang lemah dan tertekan jangan dijadikan sasaran serta tidak bisa disalahkan atas semua yang sedang terjadi. Termasuk terkait tidak stabilnya harga kelapa. Fakta dan realita di lapangan ini tentu akan bisa menjadi pijakan DPRD dan Pemerintah Inhil dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang saat ini sekaligus menentukan langkah ke depan.

9 hours ago
3

















































