GAUNG ANAK SERKA – SMAN 1 Gaung Anak Serka menggelar kegiatan Workshop Stop Bullying sebagai upaya memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya perundungan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan tersebut berlangsung di SMAN 1 Gaung Anak Serka dan diikuti oleh para siswa serta pihak sekolah. Workshop ini menghadirkan Founder Lawyer Masuk Sekolah, Dr. Titin Triana, S.H., M.H., sebagai pemateri.
Kepala SMAN 1 Gaung Anak Serka, Mukhlis, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa untuk belajar, berkembang, dan berinteraksi tanpa rasa takut.
Dalam workshop tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami tindakan bullying.
Bullying tidak hanya berupa tindakan kekerasan secara fisik. Perundungan juga dapat terjadi melalui ucapan, ejekan, penghinaan, ancaman, pengucilan, hingga tindakan di media sosial. Karena itu, siswa perlu memahami bahwa setiap tindakan yang merendahkan atau menyakiti orang lain dapat memberikan dampak serius bagi korban.
Dr. Titin Triana mengajak para siswa untuk membangun kebiasaan saling menghormati dan menghargai perbedaan. Menurutnya, perbedaan karakter, kemampuan, kondisi keluarga, maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan teman.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berani mengatakan “stop” terhadap bullying. Namun, keberanian tersebut harus dilakukan dengan cara yang tepat, tidak menggunakan kekerasan, serta segera melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atau pihak sekolah yang dapat memberikan bantuan.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran teman sebaya dalam mencegah bullying. Siswa yang melihat tindakan perundungan diharapkan tidak ikut menertawakan, menyebarkan, atau mendukung pelaku. Sebaliknya, mereka dapat membantu korban dan melaporkan kejadian kepada pihak yang dipercaya.
Pihak sekolah diharapkan terus membangun budaya sekolah yang mengedepankan sikap saling menghargai, kepedulian, dan komunikasi yang baik antara siswa, guru, serta seluruh warga sekolah.
Workshop Stop Bullying ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa menciptakan sekolah yang bebas dari bullying bukan hanya tanggung jawab guru atau pihak sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh siswa.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan semakin memahami dampak buruk bullying dan mampu menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan sekolah. Siswa diharapkan dapat menjadi generasi yang berani membela kebenaran, menghargai sesama, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.
Dengan adanya kegiatan Founder Lawyer Masuk Sekolah melalui Workshop Stop Bullying ini, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan tenang dan meraih prestasi tanpa rasa takut terhadap perundungan.


4 hours ago
2

















































