PELANGIRAN – Kapolsek Pelangiran, IPTU Iwan Saputra, S.H., M.H., memimpin langsung upaya preventif penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di SMA N 1 Pelangiran. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 27 April 2026, ini menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkotika dan psikotropika yang kian mengkhawatirkan.
Dalam pelaksanaannya, Kapolsek Pelangiran tidak berjalan sendiri, melainkan membangun sinergitas kuat dengan berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait. Kehadiran Ketua MUI Kecamatan Pelangiran, Ustaz Wahyudi, menunjukkan adanya pendekatan spiritual dan moral yang ditekankan dalam pencegahan narkoba, melengkapi aspek hukum dan keamanan yang dibawa oleh pihak kepolisian.
Kolaborasi lintas sektor juga terlihat jelas dengan hadirnya perwakilan Kepala Sekolah SMA N 1 Pelangiran, Sdr. Abdi Hidayat, S.Pd., serta perwakilan Kepala Puskesmas Pelangiran, dr. Wahyu. Keterlibatan pihak sekolah dan kesehatan menegaskan bahwa pencegahan narkoba memerlukan pendekatan holistik, mulai dari lingkungan pendidikan hingga pemahaman dampak kesehatan fisik dan mental bagi para siswa.
Kegiatan yang bertempat di ruangan perpustakaan SMA N 1 Pelangiran ini dihadiri oleh sekitar 80 siswa-siswi, para guru, serta unsur majelis dan tokoh masyarakat. Suasana kondusif dan antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, menandakan tingginya kesadaran akan pentingnya materi sosialisasi tersebut bagi kelangsungan masa depan mereka sebagai penerus bangsa.
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menciptakan suasana khidmat sebelum memasuki inti kegiatan. Kata sambutan dari perwakilan kepala sekolah, Sdr. Abdi Hidayat, menekankan peran strategis institusi pendidikan dalam memantau dan membimbing perilaku siswa agar tetap berada di jalur yang benar dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.
IPTU Iwan Saputra dalam sambutannya menyampaikan tegas tentang dampak hukum yang berat bagi pengguna dan pengedar narkoba, namun juga mengajak siswa untuk memahami bahwa pencegahan adalah kunci utama. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari para guru dan majelis setempat yang telah bersedia bersinergi menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari pengaruh zat adiktif berbahaya.
Sementara itu, Ustaz Wahyudi dan dr. Wahyu memberikan perspektif tambahan mengenai kerusakan mental dan spiritual akibat narkoba, serta dampak medis yang irreversible bagi tubuh remaja. Pendekatan gabungan antara nasihat keagamaan dari Majelis Ulama Indonesia dan penjelasan medis dari Puskesmas memberikan pemahaman komprehensif bagi para pelajar tentang betapa rusaknya masa depan jika terjebak dalam lingkaran narkoba.
Kegiatan berakhir pukul 11.30 WIB dengan situasi yang aman dan terkendali, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Sinergitas antara Kapolsek Pelangiran, Ketua MUI, pihak sekolah, Puskesmas, dan majelis ini diharapkan dapat menjadi model efektif dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

5 hours ago
1

















































