Tembilahan, Kamis, 5 Maret 2026 – Dalam rangka memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan karakter, Yayasan Inhil Peduli menggelar kegiatan Safari Ramadan di Tembilahan. Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Titin Triana, SH., MH., yang memberikan paparan mendalam mengenai fenomena bullying dan dampaknya terhadap perkembangan psikologis anak dan remaja.
Dalam sesi materi, Dr. Titin Triana menekankan bahwa bullying tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga bisa muncul di dunia digital melalui media sosial. “Bullying bisa meninggalkan trauma jangka panjang bagi korban. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Dr. Titin. Ia juga membagikan strategi praktis untuk mengenali tanda-tanda korban bullying dan langkah-langkah intervensi yang efektif.
Mamik Nurhayati, pimpinan Yayasan Inhil Peduli, menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini merupakan salah satu program unggulan yayasan dalam membangun kesadaran sosial dan pendidikan karakter di tengah masyarakat. “Kami ingin setiap anak dan remaja di Indragiri Hilir tumbuh dalam lingkungan yang aman dan menghargai perbedaan. Safari Ramadan menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari guru, orang tua, hingga tokoh masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab, berbagi pengalaman, dan berdiskusi mengenai solusi nyata untuk menangani bullying di lingkungan masing-masing.
Selain materi edukatif, Safari Ramadan juga diisi dengan kegiatan berbagi dan berbuka puasa bersama, sehingga kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun keakraban dan solidaritas sosial. Pihak Yayasan berharap program ini dapat berkelanjutan, menjadi titik awal bagi lahirnya generasi muda yang sadar, tangguh, dan peduli terhadap sesama.


13 hours ago
3

















































