
Surakarta - Dalam rangka pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rutan Kelas I Surakarta mewujudkan komitmennya melalui kegiatan penjajakan kerja sama antara Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, yang dilaksanakan dalam suasana dialogis dan penuh semangat kolaborasi, Senin (29/12).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Rutan Surakarta disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno. Pada kesempatan ini, Kepala Rutan Surakarta menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, yakni menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, khususnya Kejar Paket C, serta membuka peluang kolaborasi dalam pembinaan dan pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi Warga Binaan, sekaligus sebagai sarana pembentukan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan bekal kemandirian setelah menjalani masa pidana. Sinergi lintas sektor ini juga sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi sosial.
Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam proses pembinaan. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa hak pendidikan Warga Binaan tetap terpenuhi. Melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, kami berharap program pendidikan kesetaraan dan pelatihan kemandirian dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masa depan Warga Binaan, ” ujarnya.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Rutan Surakarta berharap dapat segera merealisasikan program-program pembinaan pendidikan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya guna, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan positif.


















































