BNN RI–CNB Singapura Perkuat Kerja Sama Bongkar Pencucian Uang Jaringan Narkotika

4 days ago 5

Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto melakukan audiensi dengan Central Narcotics Bureau (CNB) Singapura guna memperkuat kerja sama pelacakan aset dan penanganan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan langsung dengan kejahatan narkotika lintas negara.

Pertemuan yang digelar pada Rabu (21/1/2026) tersebut mempertemukan Komjen Suyudi dengan Direktur CNB Singapura Sebastian Tan beserta jajaran. Fokus utama pembahasan adalah strategi memutus aliran dana jaringan narkotika yang kerap disamarkan melalui sistem keuangan luar negeri.

Dalam audiensi itu, Komjen Suyudi menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dengan penindakan di lapangan. Menurutnya, mematikan sumber keuangan bandar justru menjadi faktor penentu dalam melumpuhkan jaringan narkotika internasional.

“Kejahatan narkotika tidak bisa diputus hanya dengan menangkap pelaku. Yang jauh lebih menentukan adalah memutus aliran uangnya. Karena itu, pelacakan aset dan pertukaran intelijen keuangan menjadi kunci, ” ujar Suyudi.

BNN RI mendorong penguatan kerja sama melalui pertukaran informasi intelijen, khususnya terkait aliran dana mencurigakan dan aset hasil kejahatan narkotika yang disimpan atau dipindahkan ke luar negeri.

Sementara itu, pihak CNB Singapura menyambut baik usulan tersebut dan mendorong kolaborasi yang lebih operasional, termasuk pelaksanaan operasi bersama dalam penanganan kasus pencucian uang yang berkaitan langsung dengan kejahatan narkotika. Kerja sama ini difokuskan pada bandar narkoba yang memanfaatkan Singapura sebagai lokasi penyimpanan atau perputaran aset hasil kejahatan.

CNB juga mengungkap tantangan yang kerap dihadapi ketika tindak pidana asal terjadi di luar wilayah Singapura. Kondisi tersebut menyulitkan proses penelusuran dan penindakan tanpa dukungan konkret dari negara asal.

Karena itu, CNB menekankan pentingnya kolaborasi aktif dan dukungan data dari Indonesia, termasuk dalam pembuktian serta penelusuran aliran dana lintas yurisdiksi. Selain itu, CNB mengajak BNN RI untuk memperluas kerja sama di bidang peningkatan kapasitas, seperti pelatihan bersama dan kunjungan antar lembaga.

Audiensi ini juga menyoroti isu keamanan perbatasan laut, khususnya di wilayah Selat Malaka dan Selat Singapura. Modus penyelundupan narkotika melalui ship-to-ship transfer di perairan perbatasan (OPL) serta jalur feri penumpang dengan metode body strapping masih menjadi perhatian serius dan membutuhkan pengawasan terintegrasi kedua negara.

Dalam aspek pencegahan, BNN RI turut memperkenalkan pendekatan soft power melalui Program ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak). Indonesia menilai Singapura memiliki sejumlah praktik terbaik dalam pendidikan preventif narkoba dan membuka peluang pertukaran pengalaman, khususnya dalam pengembangan kurikulum pencegahan narkotika bagi generasi muda.

Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat upaya kedua negara dalam memerangi kejahatan narkotika dan pencucian uang secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir.

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |