Personil Polsek Pulau Burung Cek Perkembangan Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang di Lahan Holtikultura

5 hours ago 3

Pulau Burung – Dalam rangka mendukung program Asta Cita menuju swasembada pangan nasional, Polsek Pulau Burung, jajaran Polres Indragiri Hilir, melaksanakan kegiatan pengecekan perkembangan pertumbuhan tanaman kacang panjang di lahan holtikultura seluas satu hektar. Kegiatan yang berlangsung di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (15/5/2026) pagi itu menjadi wujud nyata pendampingan Polri kepada masyarakat di sektor pertanian.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Pulau Burung, AIPDA Febri Jonni, bersama Ketua Kelompok Tani Pulau Burung Sejahtera, Saudara Tri. Fokus utama pengecekan kali ini adalah memantau perkembangan pertumbuhan kacang panjang, khususnya dalam hal pemenuhan nutrisi tanaman. Lahan seluas satu hektar tersebut menjadi percontohan bagi optimalisasi potensi lokal dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan desa.

AIPDA Febri Jonni secara saksama mengamati kondisi daun, batang, serta tingkat kesuburan tanah di area pertanaman kacang panjang. Dengan pendekatan komunikatif, ia juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik pemupukan dan pengairan yang tepat untuk memastikan tanaman mendapatkan asupan nutrisi seimbang. “Kacang panjang memerlukan unsur hara makro dan mikro, terutama nitrogen pada fase awal pertumbuhan dan fosfor untuk pembentukan polong,” ujar AIPDA Febri Jonni di sela-sela pengecekan.

Kegiatan pengecekan ini dibarengi dengan penjelasan mendalam dari Kapolsek Pulau Burung, AKP Dr. Irwanto, SH., MH. Kapolsek menegaskan bahwa pemenuhan nutrisi tanaman merupakan faktor krusial yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, tanpa asupan nutrisi yang cukup, produktivitas kacang panjang akan menurun drastis, sehingga target swasembada pangan nasional sulit tercapai. “Kami hadir tidak hanya untuk mengawasi, tetapi juga memberikan edukasi teknis pertanian yang berbasis kebutuhan lapangan,” jelas Kapolsek.

Lebih lanjut, AKP Dr. Irwanto, SH., MH. menyampaikan bahwa program ketahanan pangan melalui holtikultura seperti kacang panjang adalah bagian dari prioritas pemerintah yang harus didukung seluruh elemen. Ia mengapresiasi kerja sama antara Bhabinkamtibmas dan Kelompok Tani Pulau Burung Sejahtera yang telah aktif mengelola lahan secara berkelanjutan. “Dengan nutrisi terjaga, pertumbuhan optimal, maka panen melimpah akan meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya di hadapan para petani yang hadir.

Selain aspek teknis pertanian, hasil kegiatan ini juga mencatat pencapaian dalam membangun komunikasi yang erat antara Polri dan warga. AIPDA Febri Jonni secara rutin memberikan ruang diskusi kepada petani untuk menyampaikan kendala di lapangan, mulai dari hama hingga keterbatasan pupuk organik. Hal ini menjadi bagian dari strategi menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petani semata.

Pendampingan yang berkelanjutan tersebut juga berdampak positif pada peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri. Masyarakat Desa Pulau Burung mengaku merasa lebih didukung dan aman dengan kehadiran aparat yang tidak hanya fokus pada tugas kepolisian, tetapi juga peduli pada sektor pertanian. “Polisi sudah seperti sahabat petani. Mereka datang bukan hanya saat ada masalah, tapi juga saat kami menanam,” ujar Saudara Tri, mewakili kelompok tani.

Polsek Pulau Burung berkomitmen untuk terus mengawal program Asta Cita di bidang ketahanan pangan melalui kegiatan serupa secara berkala. Kapolsek AKP Dr. Irwanto, SH., MH. menegaskan bahwa pengecekan pertumbuhan kacang panjang berbasis pemenuhan nutrisi akan menjadi agenda rutin setiap fase tanam hingga panen. Dengan sinergi yang solid antara Polri, petani, dan pemerintah desa, target swasembada pangan di Kabupaten Indragiri Hilir diyakini dapat terwujud pada tahun 2026 ini.

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |