Indragiri Hilir Gelar Gerakan Tanam Serentak, Distan Inhil Komitmen Dukung Swasembada Pangan

9 hours ago 7

Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, turut serta dalam Gerakan Tanam Serempak (Gertam) nasional yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom dan langsung di lapangan ini menargetkan penanaman seluas 50.000 hektare di 25 provinsi se-Indonesia. Di Inhil, pelaksanaan fokus dilakukan di lokasi Optimasi Lahan (Oplah) dan Corporate Social Responsibility (CSR) di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Keritang, pada Kamis (30/4/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat kunci, termasuk Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, H. Umar, S.Pt., serta Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Dr. Ir. Ajat Jatnika, M.Sc., selaku penanggung jawab Satgas Brigade Pangan Provinsi Riau. Turut hadir pula Kapoksi BPRM Riau Taufik Hidayat, SP., M.Si., Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Surohman, S.ST., Camat Keritang Wono Sugito, Danramil 09/Kemuning, Lurah Kotabaru, para penyuluh pertanian, serta anggota Satgas dan Brigade Swasembada Pangan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan seriusnya pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, H. Umar, S.Pt., menegaskan bahwa partisipasi Inhil dalam Gertam ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam menjaga stabilitas produksi beras. “Kami menyambut baik inisiatif BPPSDMP Kementan RI ini. Dengan adanya dukungan penuh dari jajaran dinas dan kolaborasi dengan Brigade Pangan, kami optimis target tanam di Indragiri Hilir dapat terlaksana dengan baik,” ujar Umar. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, petugas lapangan, dan kelompok tani milenial menjadi kunci keberhasilan program ini di tingkat kabupaten.

Secara teknis, Kapoksi BRPM Riau, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa target tanam di Kecamatan Keritang mencapai 43 hektare dengan menggunakan varietas unggul lokal “Bujang Keritang”. Secara keseluruhan, total luasan tanam di enam kabupaten wilayah kerja BPRM Riau mencapai 323,5 hektare. “Ini merupakan tahap ketiga dari gerakan tanam serempak yang telah kita laksanakan. Alhamdulillah, antusiasme petani dan Brigade Pangan di Indragiri Hilir sangat tinggi dalam mengejar target nasional tersebut,” pungkas Taufik di sela-sela kegiatan.

Dr. Ir. Ajat Jatnika, M.Sc., dalam sambutannya menyoroti peran inovatif Brigade Pangan (BP) sebagai kelembagaan modern yang dikelola oleh petani milenial. Ia menjelaskan bahwa BP didorong untuk mengelola usaha tani secara efektif dan efisien dengan menerapkan teknologi pertanian modern, manajemen bisnis, serta akuntansi usaha tani. “Brigade Pangan adalah inovasi kelembagaan Kementan untuk mendorong generasi muda petani mampu berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dan mengelola lahan Oplah serta CSR secara profesional,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya di Kelurahan Kotabaru, tim BP Squad Milenial menerapkan metode tanam pindah (transplanting) karena pembibitan telah dipersiapkan sebelumnya menggunakan benih lokal. Meskipun beberapa daerah lain sudah menggunakan rice transplanter atau drone, metode konvensional yang terstandarisasi ini dipilih untuk memastikan kualitas pertumbuhan. Ajat Jatnika menargetkan produktivitas minimal 5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare dalam waktu empat bulan ke depan, dengan harapan hasil panen dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun nasional.

Dari sisi ekonomi, analisis usaha tani menunjukkan potensi penghasilan yang menjanjikan bagi anggota Brigade Pangan. Dengan asumsi harga GKP Rp6.500 per kilogram dan sistem bagi hasil 70:30 antara pengelola BP dan pemilik lahan, satu anggota BP yang terdiri dari 15 orang dapat memperoleh pendapatan bersih hingga Rp53 juta per bulan jika manajemen berjalan optimal. “Ini membuktikan bahwa profesi petani milenial melalui Brigade Pangan sangat prospektif dan dapat melebihi target pendapatan Rp10 juta per orang per bulan, sekaligus menarik minat pemuda desa untuk terjun ke sektor pertanian,” tambah Ajat.

Menutup kegiatan, Ajat Jatnika menyampaikan harapan agar anggota Brigade Pangan yang berusia di bawah 40 tahun terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran berkelanjutan. Dengan pendampingan intensif dari pemerintah berupa bantuan saprodi, alsintan, dan jaminan harga, diharapkan BP dapat menjadi pelopor profesi petani yang sukses. “Kami berharap BP dapat menggantikan regenerasi petani tua dan menjadi tulang punggung swasembada pangan berkelanjutan, menjadikan Indonesia khususnya Riau dan Indragiri Hilir sebagai lumbung pangan yang tangguh,” pungkasnya.

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |