PELANGIRAN – Langkah antisipatif dan respons cepat diperlihatkan oleh jajaran Polsek Pelangiran dalam mengawal program ketahanan pangan di wilayahnya. Pada Jumat (22/5), Bhabinkamtibmas Desa Tagagiri Tama Jaya, Bripka H.P. Siregar, melakukan inspeksi mendadak ke lahan pertanian guna mendeteksi secara dini segala bentuk ancaman yang dapat menggagalkan pertumbuhan tanaman jagung milik warga.
Aksi tanggap darurat pertanian ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan menyisir seluruh area komplek perkebunan jagung. Memasuki usia krusial 5 minggu pasca-tanam, fase perpindahan dari vegetatif ke generatif menjadi momentum yang sangat rentan, di mana kelengahan sedikit saja dapat berakibat fatal bagi masa depan panen raya.
Dalam pengecekan berkala yang melibatkan perangkat desa tersebut, petugas melakukan scanning menyeluruh terhadap kondisi fisik tanaman. Langkah ini diambil sebagai bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) untuk memastikan komoditas pangan andalan desa tersebut terbebas dari penyakit endemik.
Secara umum, dari indikator luar, mayoritas tanaman sebenarnya menunjukkan kualitas yang menjanjikan. Mayoritas daun jagung tumbuh dengan warna hijau segar pertanda kecukupan nutrisi, dibarengi dengan grafik pertumbuhan tinggi batang yang sangat ideal mengikut kalender umur tanamnya.
Namun, berkat kejelian dan ketelitian pengawasan di lapangan, tim berhasil menemukan titik-titik awal serangan hama yang mulai mengancam sebagian tanaman. Penemuan ini langsung menjadi alarm bagi petugas untuk segera mengisolasi area terdampak agar serangan organisme pengganggu tumbuhan tersebut tidak meluas secara masif.
Menyikapi temuan darurat di lapangan tersebut, Kapolsek Pelangiran Iptu Iwan Saputra, S.H., M.H., langsung menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pengawasan. Menurutnya, respons cepat terhadap temuan sekecil apa pun di fase kritis 5 minggu ini adalah kunci utama menyelamatkan potensi ekonomi dan pangan masyarakat
Begitu laporan adanya hama masuk, kami langsung bergerak untuk melakukan mitigasi risiko di lapangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan jagung ini bertindak sebagai pelindung, memastikan ancaman hama dapat ditekan seminimal mungkin sebelum memasuki fase generatif yang lebih sensitif,” jelas Iptu Iwan Saputra, S.H., M.H.
Melalui angle penanganan taktis dan deteksi dini ini, Polsek Pelangiran membuktikan bahwa peran Polri di sektor ketahanan pangan tidak hanya bersifat seremonial. Sinergi ketat antara kepolisian dan perangkat desa dalam memburu hama ini diharapkan mampu mengamankan target swasembada pangan di Desa Tagagiri Tama Jaya dengan hasil yang maksimal.

1 day ago
7

















































