Aktor Tiongkok Wang Xing akhirnya kembali muncul di hadapan publik usai menjadi korban perdagangan manusia beberapa waktu lalu. Dia terlihat sehat dan mengatakan akan berusaha menjadi lebih baik lagi.
Baru-baru ini, Wang tampil dalam klip variety show ‘Memories Beyond Horizons’. Itu sekaligus menjadi variety show pertama aktor 31 tahun tersebut.
Dalam klip ‘Memories Beyond Horizons’ yang beredar di media sosial, Wang sudah terlihat jauh lebih baik. Rambutnya masih terlihat cepak, tapi senyumnya terlihat lebih hidup.
Sementara dalam keterangan unggahan itu, dia menyatakan sudah tidak sabar untuk menyambut masa depan yang baru. Dia juga mengaku akan memperdalam kemampuan aktingnya lebih baik lagi.
| Baca Juga: Chat Kim Soo Hyun ke Kim Sae Ron, Minta Peluk dan Tidur Bareng
“Mari lakukan tanya-jawab denganku pada ‘Memories Beyond Horizons’. Dengan senang, aku juga akan memperdalam kemampuan aktingku. Ayo, jadi salah satu saksi perkembangan bakat akting Wang Xing dalam ‘Memories Beyond Horizons’,” tulisnya di Weibo.
Dalam video, dia mengatakan akan berusaha untuk menjadi aktor yang lebih baik setelah masuk dalam industri hiburan selama 10 tahun ini.

“Aku cukup kesusahan dalam menghadapi industri hiburan selama hampir 10 tahun ini. Selama 10 tahun ini, menjadi terkenal meerupakan sebuah kemewahan bagiku. Semoga dalam 10 tahun ke depan aku bisa menjadi lebih baik. Terima kasih,” ucapnya dalam video tersebut.
Variety show ‘Memories Beyond Horizons’ dijadwalkan tayang pada Sabtu (29/3/2025).
Atas unggahan tersebut, Wang Xing mendapat banyak dukungan dari netizen.
“Setiap aktingmu terlihat nyata. Aku berharap kamu bisa menjadi lebih baik lagi dan lagi,” komentar seorang netizen.
“Tatapan dengan binar yang hidup! Terlihat indah dan tulus,” komentar netizen lain.
| Baca Juga: Bella Hadid dan Fai Khadra Adu Mulut di Paris Fashion Week
Sebelumnya diberitakan, Wang Xing menjadi korban perdagangan manusia sekitar Desember 2024 lalu.
Semua bermula ketika dia mendapat tawaran di sebuah agen perusahaan hiburan di Thailand. Namun dia justru dibawa ke Myanmar dan sempat dipaksa untuk menjadi scammer (penipu).
Beruntung dia bisa diselamatkan oleh pemerintah Thailand pada awal Januari 2025 sehingga bisa segera dipulangkan ke negaranya. (*)