The Academy Minta Maaf, Abai atas Penculikan Hamdan Ballal

2 days ago 7
 Instagram/latinomuslimunity)Hamdan Ballal (Foto: Instagram/latinomuslimunity)

The Academy meminta maaf atas sikap mereka dalam menghadapi penculikan salah satu sutradara film pemenang Oscar 2025 ‘No Other Land’, Hamdan Ballal.

Sebelumnya diketahui Hamdan Ballal sempat diserang dan diculik pada Senin (24/3/2025) lalu. Dia mengaku mendapat serangan dari pemukim Israel yang sengaja mengunjungi lingkungan rumahnya.

Untungnya, dia bisa dibebaskan dalam keadaan terluka pada keesokan harinya.

Kejadian penyerangan dan penculikan itu menimbulkan kehebohan, mengingat film garapannya, ‘No Other Land’, baru saja memenangkan Piala Oscar 2025 sebagai Film Dokumenter Terbaik

Film tersebut menggambarkan tentang penderitaan dan perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi konflik yang berkepanjangan.

| Baca Juga: Dokter Sebut Paus Fransiskus Hampir Meninggal Karena Pneumonia

Sayangnya The Academy selaku organisasi penyelenggara Oscar dinilai terlalu lama memberikan respons terkait dengan penculikan Hamdan. Mereka baru mengirim pernyataan sikap ke sekitar 11 ribu anggotanya lewat email pada Rabu (26/3/2025).

Namun pernyataan tersebut justru menuai kritik karena The Academy tidak menyebut nama Hamdan Ballal maupun pihak Israel.

Pihak The Academy hanya mengatakan jika mereka “mengutuk tindakan menyakiti atau menekan” pada para seniman mereka.

Atas hal tersebut, sekitar 690 anggota The Academy menandatangani surat kecaman atas diamnya petinggi organisasi mereka. Beberapa selebriti dunia yang menandatangani surat tersebut adalah Mark Ruffalo, Joaquin Phoenix, Olivia Colman, Penelope Cruz, dan lainnya.

Akhirnya pada Jumat, pihak The Academy pun meminta maaf atas sikap abai mereka terhadap apa yang menimpa Hamdan Ballal.

| Baca Juga: Gempa Guncang Myanmar dan Thailand, 81 Orang Dilaporkan Terjebak Reruntuhan

“Kami menyesal karena tidak menyebut nama Hamdan Ballal dna judul film secara langsung. Kami meminta maaf pada Tuan Ballal dan seluruh seniman yang merasa tidak kami dukung dalam pernyataan kami sebelumnya,” tulis mereka dalam pernyataan terbaru, dikutip dari Variety, Sabtu (29/3/2025).

“Kami juga ingin menegaskan jika The Academy mengutuk semua bentuk kekerasan yang terjadi di dunia ini,” tulis mereka lebih lanjut.

CEO The Academy, Bill Kramer dan Presiden Janet Yang menandatangani surat pernyataan terbaru tersebut. (*)

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |