Cilacap – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Nusakambangan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kalayan Binter). Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Cilacap dan Kelurahan Sidakaya sebagai bagian dari penguatan jejaring layanan bagi klien pemasyarakatan.
Kegiatan koordinasi dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Teguh, PK Ahli Muda Sumaryono, dan PK Wahyu Indra. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan konsep serta rencana pengembangan Kalayan Binter sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai peran masing-masing pihak dalam mendukung proses integrasi klien pemasyarakatan di tengah masyarakat.
Dalam koordinasi tersebut, Bapas Nusakambangan menjelaskan bahwa Kalayan Binter diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam memberikan dukungan kepada klien. Melalui keterlibatan berbagai unsur, kebutuhan klien diharapkan dapat ditangani secara lebih terpadu, mulai dari aspek sosial, pemberdayaan, kemandirian, hingga dukungan lingkungan masyarakat.
Koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Cilacap menjadi langkah penting mengingat dukungan sosial merupakan salah satu aspek yang dibutuhkan dalam proses reintegrasi. Sementara itu, koordinasi dengan Kelurahan Sidakaya diarahkan untuk memperkuat peran lingkungan masyarakat dalam menciptakan suasana yang mendukung bagi klien agar mampu kembali menjalankan fungsi sosialnya secara positif.
Bapas Nusakambangan juga membuka ruang diskusi terkait potensi dukungan dan kolaborasi yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap koordinasi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi klien maupun masyarakat.
Melalui Kalayan Binter, Bapas Nusakambangan berupaya membangun pola pembimbingan yang tidak hanya berfokus pada klien sebagai individu, tetapi juga memperkuat lingkungan sosial sebagai bagian dari keberhasilan reintegrasi. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi elemen penting agar klien memiliki ruang untuk berkembang, memperoleh kesempatan, serta menjalani kehidupan secara mandiri dan bertanggung jawab.
Kegiatan koordinasi berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif. Bapas Kelas II Nusakambangan berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat pelaksanaan tugas pembimbingan kemasyarakatan.
Kalayan Binter menjadi langkah bersama untuk mendekatkan layanan, memperkuat kolaborasi, dan memastikan klien tidak berjalan sendiri dalam proses kembali ke masyarakat.


















































