Gempa berkekuatan tinggi mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Getarannya bahkan terasa hingga ke negara-negara di dekatnya, seperti Thailand, Vietnam, Bangladesh, hingga China.
Menurut laporan United State Geology Survey (USGS), gempa yang berkekuatan Magnitudo 7,7 tersebut terjadi pada pukul 12.50 siang waktu setempat. Pusat gempa terletak 16 kilometer di barat laut kota Sagaing pada kedalaman 10 kilometer.
Gempa susulan datang dengan kekuatan M 6,4 12 menit setelahnya.
Menurut laporan AP News, pemerintah setempat mengatakan permintaan stok darah terus meningkat. Selain itu sejumlah bangunan, jembatan, serta jalanan rusak parah.
| Baca Juga: Pria China Ini Berjalan 3.300 km, Wajahnya Langsung Jadi Tua

Gempa tersebut membuat masyarakat panik, apalagi saat ini Myanmar masih dilanda perang saudara usai kudeta pada 2021 lalu. Hal tersebut membuat semua akses informasi sulit karena seluruh saluran komunikasi dibatasi pemerintah.
Seorang saksi mengatakan, gempa terjadi begitu saja dan menewaskan tiga orang.
“Kami sedang berdoa saat itu ketika tiba-tiba saja tanah bergoyang. Tiga orang tewas seketika di tempat,” ungkapnya pada Reuters.
Saksi lain mengatakan itu adalah gempa terbesar yang pernah dia rasakan. Semua orang pun ikut merasa syok saat guncangan terjadi.
“Aku sudah pernah merasakan gempa di beberapa tempat sebelumnya dan aku tidak pernah merasakan yang sekuat ini sebelumnya. Kami semua syok dan semua orang jadi was-was,” ucap saksi lain tersebut.
Gempa tersebut turut mengguncang Bangkok, Thailand dan juga menyebabkan kepanikan. Hal tersebut terjadi karena ada banyak dari mereka yang tinggal di gedung apartemen bertingkat.
| Baca Juga: Demi Kabur, Perampok Tiffany & Co ini Nekat Telan Anting Berlian
Dalam video viral yang beredar di internet, gempa meruntuhkan sebuah konstruksi bangunan yang terdiri dari 30 lantai. Debu tebal pun langsung terbentuk.
Menurut laporan, setidaknya ada 81 orang terjebak dalam reruntuhan konstruksi bangunan tersebut.
“Aku sangat cemas, aku sangat panik. Bangunan di Bangkok tidak didesain untuk tahan gempa, jadi mungkin itu sebabnya ada kerusakan yang sangat besar,” ujar seorang saksi pada BBC. (*)