Fakta-fakta Pengusiran WNA Diduga Tentara IDF Israel dari Gym di Bali

3 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga warga negara asing (WNA) yang disebut berkewarganegaraan Israel dan diduga merupakan anggota Israel Defense Forces (IDF) diusir dari sebuah gym di Sukawati, Gianyar, Bali. Pengusiran itu viral di media sosial dan kini tengah didalami pihak Imigrasi serta kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/8) sekitar pukul 19.00 WITA di A Fitness, Sukawati, Gianyar. Imigrasi Denpasar telah memeriksa data keimigrasian para WNA yang disebut terlibat dalam kejadian tersebut.

Berikut sejumlah fakta terkait pengusiran tiga WNA tersebut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Berawal dari WNA disebut kasar kepada staf gym

Pemilik gym mengatakan perselisihan bermula setelah salah satu dari tiga WNA tersebut bersikap kasar kepada staf.

"Tiga pria ini datang ke gym kami dan salah satu dari mereka bersikap sangat kasar kepada staf kami," kata pemilik gym dalam video yang diunggah akun Instagram @filaasteni.

Setelah menerima laporan dari staf, pemilik gym kemudian mendatangi ketiga WNA tersebut untuk meminta penjelasan.

2. Pemilik gym mengaku mengetahui mereka warga Israel dan anggota IDF

Dalam percakapan tersebut, pemilik gym mengaku mengetahui ketiganya merupakan warga Israel dan disebut tergabung dalam IDF. Ia juga menuding ketiganya masuk ke Indonesia menggunakan paspor negara lain.

"Kalian sebenarnya bahkan tidak diperbolehkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor yang lain," ujarnya.

Namun, status ketiganya sebagai anggota IDF masih menjadi dugaan dan tengah diperiksa oleh pihak berwenang.

3. Dua WNA sudah diketahui identitasnya

Imigrasi Denpasar menyatakan telah memperoleh identitas dua dari tiga WNA yang disebut terlibat. Keduanya masing-masing berinisial IB (23) dan YBH (23), dan dipastikan keduanya kelahiran Israel.

IB masuk Indonesia menggunakan paspor Bulgaria pada 3 Agustus 2026 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ia menggunakan visa kunjungan saat kedatangan (VKSK).

Sementara YBH masuk pada tanggal dan melalui bandara yang sama menggunakan paspor Romania dan visa kunjungan.

4. Dua WNA masuk daftar pencarian keimigrasian

Imigrasi Denpasar memasukkan IB dan YBH ke dalam daftar pencarian keimigrasian atau SOI untuk kepentingan pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar R. Haryo Sakti mengatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya pelanggaran keimigrasian.

"Terkait dugaan pelanggaran keimigrasian, penentuan pelanggaran serta tindakan keimigrasian terhadap pihak terkait akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Haryo dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

5. Pemilik gym juga akan diperiksa

Tak hanya para WNA, Imigrasi Denpasar juga akan memeriksa pemilik gym yang melakukan pengusiran.

Imigrasi menyatakan pemilik tempat kebugaran serta dua WNA yang identitasnya telah diketahui akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kronologi dan latar belakang kejadian.

"Pemeriksaan dilakukan setelah informasi mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial. Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap data keimigrasian WNA yang disebut serta mendatangi lokasi kejadian untuk memperoleh keterangan awal," ujar Haryo.

6. Pemilik gym menyinggung IDF dan perang Gaza

Dalam video yang viral, pemilik gym juga menyinggung keterkaitan para WNA dengan IDF dan menyampaikan alasan moral di balik penolakannya.

"Kalian bertugas di IDF, kalian membunuh bayi. Jadi aku nggak, aku nggak mau bahas itu. Aku punya prinsipku sendiri," katanya.

Pemilik gym kemudian meminta ketiga WNA meninggalkan tempat tersebut.

Ia menyatakan gym tidak melayani warga Israel, personel IDF, maupun orang yang bersikap kasar terhadap staf.

7. Gym mendapat ulasan bintang satu

Buntut kejadian tersebut, pihak gym mengaku mendapat ulasan bintang satu di Google Review dari pihak yang bersangkutan.

Dalam ulasan tersebut, pemilik gym dituding bersikap rasis dan melakukan diskriminasi berdasarkan agama.

Pemilik gym membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan penolakannya ditujukan kepada warga Israel dan personel IDF serta orang yang bersikap kasar kepada staf, bukan berdasarkan agama tertentu.

8. Polisi dan Imigrasi masih mendalami kasus

Kasus tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan oleh Imigrasi Denpasar dan kepolisian.

Sebelumnya, Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Putu Suhendra mengatakan pihaknya akan mengecek informasi yang beredar. Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara juga menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait masalah ini.

(lau/dmi)

placeholder

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |