Update Terkini Karhutla di Berbagai Wilayah Indonesia

4 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia selama beberapa hari terakhir.

Karhutla di Kalimantan bahkan memicu kabut asap hingga ke Sarawak, Malaysia. Negara bagian ini sampai-sampai menutup sekolah untuk melindungi murid-muridnya.

Berikut update terkini kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalimantan Barat

Karhutla melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Di Kalimantan Barat, pihak berwenang berhasil menangani 13 hektare imbas karhutla dengan berbagai cara termasuk water bombing hingga operasi modifikasi cuaca. Sementara itu, dari operasi darat lahan yang berhasil ditangani mencapai 104,8 hektare.

Kementerian Kehutanan telah menjatuhkan sanksi ke empat perusahaan terkait Karhutla ini yaki PT WEL, PT FI, PT MPK, dan PT WSP.

Kalimantan Timur

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kaltim, hingga pekan lalu tercatat 430 kerjadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 1.260,92 hektare. Sebagian besar lahan tersebut milik perusahaan.

Secara rinci dari total luas terdampak sebanyak 1.197,32 hektare merupakan lahan, 32,84 merupakan hutan, dan kebun 30,71 hektare.

"Yang kebakar itu seperti perkebunan, lahan warga, cuma paling banyak merupakan lahan milik perusahaan," kata Pelaksana Harian Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Sugeng Priyanto pada Sabtu.

Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, Kukar jadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar. Selanjutnya diikuti Kutai dengan 71 kejadian, Paser 105 kejadian, Samarinda 69 kejadian, dan Berau 38 kejadian.

Kemenhut telah menjatuhkan sanksi ke PT PSR di Kaltim terkait karhutla.

Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Tengah ada 25 titik api. Pihak berwenang melakukan operasi water bombing dan OMC di wilayah terdampak.

Petugas juga melakukan operasi darat dan berhasil menangani 55,63 hektar lahan terbakar hingga Minggu.

Kemenhut telah menjatuhkan sanksi ke PT NES di Kalteng terkait karhutla.

Kalimantan Selatan

Petugas berhasil menangani sekitar 13 hektare lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan melalui operasi udara dan 40,9 hektare melalui operasi darat.

Jambi

Berdasarkan pemantauan ada 14 titik panas di Jambi.

Operasi water bombing secara kumulatif hingga 23 Agustus telah menangani sekitar 226,9 hektare lahan. Di saat yang sama, operasi darat masih berlangsung di sejumlah lokasi dengan status padam, pemadaman, dan pendinginan.

Riau

Di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, kebakaran terjadi pada Sabtu (22/8) di Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 35 hektare. BPBD Provinsi Kepulauan Riau bersama tim gabungan mengerahkan sejumlah mobil damkar untuk melakukan pemadaman darat. Berdasarkan laporan pada Minggu (23/8), api berhasil dipadamkan.

BMKG menyebut kualitas udara di Pekanbaru masuk dalam kategori berbahaya.

Sumatera Utara

Kondisi serupa juga dilaporkan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Titik api terpantau pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.00 WIB di Bukit Sitalmak Talmak, Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian.

Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai lima hektare. BPBD bersama tim gabungan, pemerintah desa, dan masyarakat melakukan pemadaman darat. Api dilaporkan telah padam pada Minggu.

Papua Tengah

Sementara itu, karhutla dengan cakupan wilayah yang lebih luas terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Karhutla dilaporkan terjadi sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026 di tujuh distrik, yakni Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.

Kebakaran dipicu kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering. Berdasarkan pendataan yang dihimpun BPBD Kabupaten Nabire, sekitar 396,13 hektare lahan terbakar dan empat kepala keluarga terdampak.

"Hingga Minggu, sebagian titik api masih belum dapat dipadamkan karena tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran," demikian rilis resmi BNPB.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan dukungan lebih lanjut berupa water bombing dan tambahan armada pemadam untuk menangani area yang sulit dijangkau dengan penanganan darat.

(isa/sur)

placeholder

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |