Santri Diduga Dicabuli Pengajar Ponpes Bogor, 3 Korban Lapor Polisi

9 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya belasan santri menjadi korban dugaan pelecehan oleh pengajar di salah satu pondok pesantren di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tiga dari diduga 17 korban dugaan pelecehan itu pun sudah melapor ke polisi.

"Jadi itu baru dugaan (17 korban pencabulan) karena kami baru menerima laporan resmi dari tiga orang korban. Jadi kami belum tahu kalau (korban) 17 orang itu, karena kan belum resmi melapor, gitu kan," kata Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Kamis (7/5).

Silfi mengatakan ketiga korban yang telah melapor merupakan remaja berusia belasan tahun. Sementara itu, pihak yang dilaporkan di antaranya pengajar dan teman satu pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban laki-laki, yang dilaporkan juga laki-laki. Korban usianya kelas 8-9 SMP, sekitar 14-15 (tahun). Jadi dari setiap korban ini, yang dilaporkannya itu beda-beda. Jadi (pelaku) bukan satu orang yang sama," kata Silfi.

"Kejadiannya di pesantren, TKP-nya, maaf, di pesantren. Yang terlapor itu ada yang pengajar dan ada juga yang sesama murid juga," sambungnya.

Silfi menyebut saat ini pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan terhadap korban dan saksi.

"Kita lagi mau mengarah ke saksi dulu, kemarin kan kita fokus dulu ke korbannya terkait visum, pemeriksaan psikolog, dan psikiatrumnya. Jadi memang masih berproses," kata Silfi.

Selain itu, dia memastikan kepolisian juga akan memanggil pihak pesantren untuk dimintai keterangan.

"[Selanjutnya] kita juga akan memeriksa saksi-saksi karena setiap korban kan saksinya beda-beda nih. Kemudian nanti kita periksa dari pihak ponpes juga," kata Silfi.

Dia menerangkan dari laporan para korban, dugaan peristiwa pencabulan itu terjadi pada 2025 lalu.

Beberapa korban mengaku dicabuli terlapor ketika sedang tidur dan diketahui oleh temannya.

Selain itu, Silfi mengatakan kepolisian mempersilakan pihak-pihak yang merasa menjadi korban untuk membuat laporan.

"Jadi hari ini kita tetap tindak lanjuti yang tiga (korban) ini dulu, tetapi tidak menutup korban-korban lain untuk membuat laporan, kami persilakan selama 24 jam, kami terbuka," imbuhnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |