Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai, Rabu (26/8).
Pramono memahami kesibukan Prabowo menangani sejumlah bencana di Indonesia. Oleh karena itu, ia menyerahkan waktu peresmian kepada Prabowo.
"Mengenai peresmiannya, kami mengusulkan tanggal 26 Agustus. Waktunya tentunya mengikuti waktu Bapak Presiden Prabowo Subianto apakah pagi ataupun sore ataupun hari lain karena memang sekarang ini beliau sedang melakukan penanganan berkaitan dengan kebakaran hutan dan juga gempa yang ada di NTT," kata Pramono di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono mengatakan pembangunan jalur Velodrome-Manggarai telah selesai 100 persen. Ia menyebut Kementerian Perhubungan telah mengecek kesiapan sebelum diresmikan.
"Kami melihat dan juga mendapatkan laporan, yang pertama secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang pertama yang berkaitan dengan rel dan juga jalur layang, ini sudah selesai 100 persen. Kemudian yang kedua pembangunannya sudah selesai 100 persen," katanya.
Lintas Velodrome-Manggarai memiliki panjang 6,4 kilometer dan menjadi bagian dari keseluruhan jalur LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai sepanjang 12,2 kilometer. Koridor tersebut didukung investasi sebesar Rp12,1 triliun dan melayani 11 titik pemberhentian.
Setelah lintas Kelapa Gading-Manggarai beroperasi penuh, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 60.000 orang per hari pada tahap awal dan meningkat hingga sekitar 80.000 penumpang per hari dalam kondisi normal.
Layanan direncanakan beroperasi pukul 05.00 hingga 24.00 WIB dengan kapasitas satu rangkaian mencapai 275 penumpang.
Pramono juga berencana mendorong perluasan konektivitas LRT ke sejumlah kawasan strategis lainnya, antara lain dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta dari Velodrome menuju kawasan kereta cepat Whoosh di Halim.
"Kalau itu sudah tersambungkan, maka secara keseluruhan LRT yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah menjadi backbone utama untuk mengatur transportasi yang ada di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, dan nantinya ujungnya ada di Jakarta Pusat," ujarnya.
(yoa/isn)

3 hours ago
2
















































