Pidato Kenegaraan Prabowo Ada Marhaenisme, PDIP Dorong Indonesianomics

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal  PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan partainya mendorong konsep Indonesianomics sebagai asas pembangunan ekonomi Indonesia di bawah Presiden RI Prabowo Subianto ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Hasto sekaligus merespons pidato kenegaraan Prabowo dalam sidang Nota Keuangan RAPBN 2027 di kompleks parlemen, Jumat (14/8) lalu.

Hasto memandang konsep ekonomi Indonesia sejatinya telah dirumuskan melalui Pancasila, UUD 1945, dan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gagasannya untuk adil, makmur, berdaulat itu gagasan yang lahir dari Indonesia merdeka, bukan gagasan orang per orang. Kekuatan itu ada di produksi rakyat, bukan di oligarki," kata Hasto usai upacara peringatan HUT ke-81 RI di Sekolah PDIP, Senin (17/8).

Meski begitu, mewakili PDIP, Hasto menyampaikan terimakasih atas pernyataan presiden yang menyebut pemerintahannya kini menerapkan konsep ekonomi Marhaenisme.

Paham Marhaenisme diketahui selama ini identik dengan PDIP karena dicetuskan Presiden Pertama RI cum Proklamator Kemerdekaan Sukarno (Bung Karno).

Bung Karno adalah ayah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurut Hasto, Marhaenisme pada dasarnya menekankan kedaulatan rakyat, khususnya kaum petani dan pekerja kecil. Oleh karena itu, jika Prabowonomics mengadopsi semangat Marhaenisme, indikator utamanya harus terlihat dari penguatan alat produksi rakyat.

"Ketika kita berteriak Marhaenisme, maka bagaimana petani itu bisa berdaulat, bagaimana petani bisa mendapatkan tanah sebagai alat produksinya, mendapatkan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan kualitas produknya," katanya.

Prabowo dalam pidatonya berkelakar bahwa pemikiran ekonominya yang selama ini disebut sebagai Prabowonomics, sebetulnya merupakan Marhaenisme yang merupakan pemikiran Bung Karno.

Oleh karenanya, Prabowo meyakini sulit bagi PDIP untuk tidak mendukungnya, karena partai itu lekat dengan pemikiran Bung Karno. Dia pun berterima kasih ke PDIP terkait hal tersebut, seraya menyebut kebijakannya sulit tak didukung PDIP.

"Saya terima kasih, dan terima kasih khusus sekali lagi untuk PDIP," kata Prabowo.

"Sebenarnya ini bukan Prabowonomics, ini marhaen ini, PDIP susah tidak mendukung ini," ujarnya.

Terima kasih Prabowo ke PDIP ini juga bukanlah yang pertama kali. Pada kesempatan-kesempatan sebelumnya, ia juga sempat menyanjung sikap politik PDIPyang sejauh ini masih berada di luar gerbong besar pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pada saat yang sama, Prabowo mengatakan pemerintahannya tetap membutuhkan kritik, tetapi di sisi lain pemerintah juga butuh untuk bekerja cepat untuk rakyat.

Ia mengatakan pemerintahan dan DPR hari ini telah bersinergi dengan baik. Prabowo berterima kasih atas itu.

"Saya terima kasih sekarang sudah ada kerjasama yang sinergis antara pemerintah dan DPR, ini tidak berarti bahwa tidak ada demokrasi, kita harus ada demokrasi, kita harus diawasi, kita harus dikritik. Tapi kita harus kerja cepat buat rakyat kita," kata Prabowo.

Prabowo pun menyatakan bahwa pemerintahannya akan senantiasa bekerja dengan optimal demi kemakmuran rakyat Indonesia.

(thr/kid)

placeholder

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |