Pangdam Bantah Isu Keterlibatan TNI di Kasus Mama Sinta

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen Frits Wilem Rizard Pelamonia menegaskan TNI tidak terlibat dalam isu dugaan penculikan Yasinta Moiwend atau yang dikenal Mama Sinta yang belakangan ramai diperbincangkan.

Frits memastikan informasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia pun menegaskan bahwa tidak ada tindakan pemaksaan dalam keberangkatan Mama Sinta ke Jakarta.

"Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan," kata Frits dalam keterangannya, Kamis (11/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Frits, kabar hilangnya Mama Sinta juga telah diklarifikasi secara langsung oleh yang bersangkutan. Berdasarkan pengakuan Mama Sinta, yang bersangkutan menyatakan tidak pernah ada pemaksaan ataupun tindakan penculikan.

"Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat," ucap Frits.

Frits juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut ada keterlibatan aparat, termasuk penggunaan pesawat tertentu dalam proses pemindahan. Ia menilai narasi tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan.

"Isu dibawa dengan pesawat tertentu itu tidak benar. Itu spekulasi yang tidak sesuai fakta," ujarnya.

Disampaikan Frits, hingga saat ini pun tidak ada laporan dari jajaran TNI di lapangan terkait tindakan di luar prosedur terhadap warga sipil, termasuk dalam kasus Mama Yasinta.

Menurut dia, berkembangnya isu ini tidak lepas dari kurangnya konfirmasi langsung kepada pihak terkait, sehingga memunculkan asumsi yang berpotensi menyesatkan publik.

"Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan," tutur dia.

Lebih lanjut, Frits turut mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.

"Kita harus melihat fakta dari yang bersangkutan langsung, jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh situasi," kata dia.

Frits berharap dengan pernyataan ini tidak ada lagi polemik terkait Mama Sinta yang berkembang menjadi disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas, khususnya di wilayah Papua Selatan.

Dari informasi yang dihimpun, pihak keluarga sempat hilang kontak dengan Mama Sinta sejak 24 Mei. Namun, pada 29 Mei, Mama Sinta datang ke Polda Metro Jaya untuk membuat laporan.

Mama Sinta diketahui melaporkan Ketua LBH Papua Merauke berinisial JTW terkait film 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026. Ketua LBH Merauke dilaporkan terkait Pasal 65 juncto 67 tentang Perlindungan Data Pribadi.

"Ini yang kita laporkan ini adalah untuk perorangan. Perorangan, ada Ketua LBH Merauke. Ketua LBH Merauke, ya. Jhon, ini inisialnya adalah JTW," kata penasihat hukum Mama Sinta, Hamonangan Daulay, kepada wartawan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat malam, dikutip dari Detik.

Sementara, Mama Sinta mengaku sakit hati dengan pemutaran film tersebut yang menampilkan dirinya. Dia mengatakan tak ada izin yang diminta kepadanya dari pihak film tersebut.

"Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka," terang Mama Sinta.

"Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta. Jadi, itu saja yang saya sampaikan," lanjutnya.

Selain Ketua LBH Merauke, Mama Sinta juga melaporkan Dandhy Dwi Laksono selaku sutradara film dokumenter tersebut. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

"Di mana Mama Sinta melaporkan tentang adanya penipuan ataupun pengambilan data pribadi. Nah ini juga masih didalami, ada dua orang yang dilaporkan dalam hal ini, JTW serta saudara DDL," kata dia kepada wartawan, Selasa (2/6).

(dis/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |