Nana Wakil Ketua DPRD Cirebon Minta Maaf soal Komentar 'Gembrot'

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dari Fraksi Partai Gerindra, Nana Kencanawati, menuai kecaman publik setelah komentarnya pada salah satu unggahan di media sosial.

Setelah mendapat sorotan dan kecaman dari publik, Nana Kencanawati akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, ia mengakui bahwa komentarnya tidak tepat dan telah menimbulkan ketersinggungan di masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan, keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial," tulis Nana, Selasa (16/6) dikutip dari detikJabar.

Ia juga menyatakan bahwa komentar tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan sebagai pejabat publik.

"Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak," lanjutnya.

Dalam klarifikasinya, Nana mengaku tak memiliki niat untuk merendahkan atau menghina siapa pun.

Meski demikian, ia menyadari bahwa komentar yang ditulisnya tetap tidak pantas dan menjadi pelajaran berharga agar lebih bijak dalam berkomunikasi di ruang publik.

"Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak, berhati-hati, dan menghormati setiap warga dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial," tulisnya.

Di akhir pernyataannya, Nana kembali menyampaikan permohonan maaf serta mengucapkan terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan masyarakat.

Pascapolemik tersebut, akun media sosial pribadi Nana Kencanawati diketahui telah diubah menjadi mode private yang berarti tak bisa dilihat isinya oleh sembarang netizen.

Salah satunya akun instagram Nana yakni @nanakencanawati selaku Wakil Ketua DPRD saat dicek pada Rabu (17/6) pukul 9.32 WIB terlihat dalam kondisi mode private, sehingga tak sembarang pengguna Instagram bisa melihatnya.

Peristiwa ini bermula saat beredar sebuah video aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Cirebon di depan Gedung DPRD Kota Cirebon pada Senin (15/6). Dalam aksi tersebut, terdapat seorang ibu yang turut berorasi menyampaikan penolakannya terhadap program MBG.

Dalam orasinya, ibu tersebut secara lantang menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan program MBG. Video yang beredar luas di media sosial itu kemudian menuai berbagai tanggapan dari warganet, termasuk tangapan dari akun medsos Nana.

Pada tangkapan layar yang viral tampak akun media sosial Nana menulis komentar pada sebuah unggahan dengan narasi 'Mak Denok Demo Bareng Mahasiswa di Cirebon: Prabowo Kami Tidak Butuh MBG'. Nana lewat akun @nanakencanawati kemudian menulis komentar 'Lagian siapa yang mau ngasih lo makan ???? Udah GEMBROT !!!!'

Komentar Nana itu kemudian direspons sejumlah netizen yang memprotes pernyataan Wakil Ketua DPRD Cirebon itu. Pernyataan Nana itu dinilai sebagai mempermalukan bentuk tubuh alias body shaming.

Mereka yang mengkritik menilai pernyataan yang dituliskan Nana pada unggahan seorang emak-emak yang turut dalam demo terkait MBG program andalan Presiden RI Prabowo Subianto tidak pantas disampaikan seorang pejabat publik. Nana diketahui anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Gerindra--partai yang dipimpin Prabowo sebagai ketua umum cum ketua dewan pembina.

Tangkapan layar itu pun viral dan mengundang komen sejumlah netizen, termasuk tokoh publik yang juga dikenal vokal, Melanie Subono lewat akun Instagramnya.

Tim medsos

Mengutip dari detikJabar, Rabu pagi ini, Nana mengklaim saat komentar tersebut ditulis, akun Instagram pribadinya sedang digunakan anggota tim yang biasa membantu mengelola aktivitas media sosialnya.

"Ketua dan Wakil Ketua DPRD memiliki tim media masing-masing. Kebetulan saat membuka Instagram, tim media ibu menggunakan akun ibu dan saat itu komentar tersebut ditulis secara spontan," ujar Nana.

Nana mengaku baru mengetahui komentarnya menjadi perbincangan publik setelah menerima banyak telepon pada malam hari. Menurutnya, keterbatasan dalam menggunakan teknologi membuat dirinya tidak langsung menyadari reaksi publik yang muncul.

"Ibu tahunya setelah malam banyak yang telepon. Karena ibu gaptek [gagap teknologi], sementara tim media tinggal di Kota Cirebon, jadi baru bisa melihat postingan dan komentar-komentarnya pada malam hari," jelasnya.

Setelah mengetahui komentar tersebut memicu kontroversi dan menuai kritik dari masyarakat, Nana mengaku langsung menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

"Begitu tahu, ibu langsung meminta maaf," katanya.

[Gambas:Instagram]

Di satu sisi, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Cirebon, Subhan, memilih tidak memberikan tanggapan terkait polemik yang menyeret kader partainya tersebut.

Saat dimintai komentar sejumlah awak media, Subhan hanya menjawab singkat.

"No comment," ujarnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |