Kemenhaj: 7 Ribu Jemaah Umrah Sudah Kembali di Tengah Konflik Timteng

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 7.782 jemaah umrah telah pulang ke Indonesia di tengah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Jumlah itu merupakan akumulasi sejak 28 Februari hingga 2 Maret. Masih ada jemaah yang menunggu kepastian penerbangan, khususnya yang menggunakan maskapai transit.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memastikan negara hadir. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak terkait untuk memastikan jemaah dapat kembali dengan aman," kata Dahnil dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3).

Kemenhaj juga telah mengimbau penundaan keberangkatan umrah dalam waktu dekat dengan mempertimbangkan eskalasi situasi serta hasil koordinasi lintas kementerian.

Hingga penutupan musim umrah pada April mendatang, tercatat lebih dari 43 ribu calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada periode Maret-April.

"Kami mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan dan perlindungan jemaah," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk mendukung proses kepulangan jemaah, Kemenhaj menyiapkan dua skema, yakni meminta penambahan armada Garuda Indonesia selama periode Ramadan serta menyiapkan penyesuaian skenario penerbangan apabila eskalasi situasi meningkat.

"Kami menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Jika diperlukan, akan ada penambahan armada dan penyesuaian rute agar jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan tepat waktu," katanya.

Di sisi lain, Kemenhaj memastikan seluruh perangkat pelayanan haji 2026 telah dipersiapkan lebih dini.

Pemerintah optimistis penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat berjalan sesuai jadwal dengan tetap menyiapkan sejumlah skenario antisipatif.

"Kami mempersiapkan seluruh perangkat layanan lebih awal agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan optimal. Namun demikian, kami tetap menyiapkan berbagai skenario mitigasi sebagai langkah kehati-hatian," kata Dahnil.

(yoa/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |