Kemenag Akan Seleksi Majelis Masyayikh untuk Jamin Mutu Pesantren

9 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Agama (Kemenag) akan menyeleksi anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026-2031 yang akan memperkuat sistem jaminan mutu pendidikan pesantren di Indonesia.

Seleksi itu akan dimulai lewat proses yang dilakukan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang ditetapkan lewat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 609 Tahun 2026. AHWA merupakan tim yang bertugas memilih anggota Majelis Masyayikh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Suyitno, mengatakan pembentukan AHWA adalah memastikan Majelis Masyayikh diisi figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan pemahaman kuat terhadap dunia pesantren.

"Tugas AHWA ini layaknya komisi seleksi para rektor di PTKIN. Pada konteks ini, AHWA menjadi komsel untuk Majelis Masyayikh," ujar Suyitno di Jakarta, Kamis (7/5) dikutip dari laman Kemenag.

Menurutnya, penguatan mutu pesantren membutuhkan sistem asesmen dan penjaminan mutu yang mampu menjawab tantangan zaman, tanpa meninggalkan karakter khas pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis tradisi keilmuan dan akhlak.

Ditjen Pesantren

Pada kesempatan itu, Suyitno juga menyinggung rencana penguatan kelembagaan Direktorat Pesantren menjadi unit eselon I.

Sehingga, sambungnya, terkait konteks tersebut maka Majelis Masyayikh diharapkan memiliki posisi yang semakin strategis dalam menjalankan fungsi asesmen dan penjaminan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia.

"Majelis Masyayikh harus mampu menjalankan quality assessment dan mencapai quality assurance dalam proses asesmennya," kata Suyitno.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim menilai proses pemilihan anggota Majelis Masyayikh perlu dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan terukur lewat uji publik.

"Sebaiknya dalam proses pemilihan ini dilakukan uji publik. Timeline juga perlu disepakati dengan seksama agar menemukan waktu yang ideal," ujar Arskal.

Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said yang juga bagian dari AHWA menjelaskan pihaknya memiliki mandat penting dalam seluruh tahapan penyiapan calon anggota Majelis Masyayikh.

Menurutnya, tugas AHWA meliputi penetapan bakal calon anggota Majelis Masyayikh, penyampaian surat permohonan kesediaan, penetapan calon berdasarkan surat kesediaan, hingga penyampaian nama calon kepada Menteri Agama.

Majelis Masyayikh adalah lembaga mandiri dan independen yang berperan merumuskan serta menetapkan sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren. Sementara Dewan Masyayikh bertugas menjalankan sistem penjaminan mutu internal di lingkungan pesantren.

Adapun susunan anggota AHWA yang akan menyeleksi calon anggota Majelis Masyayikh 2026-2031 adalah:

1. Basnang Said (unsur pemerintah)
2. Maskuri (unsur asosiasi pesantren)
3. Muhammad Nilzam Yahya  (unsur asosiasi pesantren)
4. Agus Muhammad (unsur asosiasi pesantren)
5.KH. Miftah Faqih (unsur asosiasi pesantren)
6. Daden Abdullah Muhamad Syakir (unsur asosiasi pesantren)
7. Achmad Roziqi (unsur asosiasi pesantren)
8. KH Anang Rikza Masyhadi (unsur asosiasi pesantren)
9. Muhammad Ulin Nuha (unsur asosiasi pesantren).

Banner Microsite Haji 2026

(kid/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |