Kasatgas PRR Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatra Belum Berhenti

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sejak hari pertama terjadi bencana jelang akhir tahun lalu, pemerintah pusat segera mengerahkan berbagai kekuatan untuk penanganan darurat.

Hal ini disampaikan Tito pada penutupan Aceh Ramadhan Festival 2026 yang dirangkaikan dengan Khanduri Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (6/3).

Tito menyebut, bencana berdampak terhadap 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara (Sumur), dan Sumatra Barat (Sumbar). Saat itu, personel TNI, Polri, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diterjunkan ke lapangan untuk membantu masyarakat. Kondisi membuat tim gabungan harus menembus sejumlah wilayah yang akses jalannya terputus akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menembus juga sungai-sungai yang putus. Karena kecintaan saya pada Aceh, kemudian hari ini saya lihat situasi sudah jauh banyak berubah dibanding ketika saya datang 29 November lalu," kata Tito.

Ia menilai, situasi di wilayah terdampak kini jauh lebih baik dibandingkan saat awal bencana. Saat ini, listrik hampir sepenuhnya pulih di sebagian besar wilayah di ketiga provinsi.

Selain itu, jaringan internet yang sempat terputus juga mulai kembali normal. Distribusi logistik ke wilayah pegunungan seperti Aceh Tengah pun berangsur membaik, sementara aktivitas pasar dan perekonomian masyarakat mulai kembali bergerak.

"Aktivitas pasar dan perekonomian masyarakat pun mulai kembali berjalan, semua karena kerja keras kita dan berkah dari Allah SWT," ujar Tito.

Tito menegaskan, hingga kini pemerintah masih melanjutkan penanganan di sejumlah wilayah, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bireuen. Penanganan juga difokuskan pada daerah pegunungan seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah yang masih mengalami kerusakan jalan serta jembatan sementara.

Pada saat bersamaan, pemerintah menyalurkan bantuan tahap pertama, mulai dari perbaikan rumah hingga bantuan perorangan bagi warga.

"Rumah yang rusak ringan diberikan bantuan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta. Kemudian bantuan perorangan berupa uang lauk pauk Rp15 ribu per hari, bantuan perabotan Rp3 juta, serta stimulan ekonomi Rp5 juta," ujarnya.

Adapun dari jumlah tersebut, sekitar Rp400 miliar dialokasikan untuk wilayah Aceh, termasuk Rp241,6 miliar yang disalurkan ke Pidie Jaya. Selain bantuan pemulihan, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa perlengkapan ibadah, seperti ribuan perlengkapan salat dan Al-Qur'an wakaf.

"Ada 5 ribu peralatan salat. Kemudian Al-Qur'an wakaf dari Bapak Presiden yang totalnya 70 ribu, namun hari ini kita bagikan 5 ribu di sini. Ada sajadah, sarung, dan mukena. Insyaallah bisa bermanfaat dan mohon diberikan kepada yang berhak," pungkas Tito.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |