Dudung Kecam Dugaan Pencabulan Pendiri Ponpes di Pati

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengecam dugaan pencabulan oleh AS, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an Ndolo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terhadap sejumlah santriwati.

"Saya mengecam tindakan pelaku yang notabene adalah seorang pemimpin di lembaga pendidikan," kata Dudung dalam keterangannya, Kamis (7/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dudung juga menyoroti relasi kuasa dalam kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Ia menilai lembaga pendidikan, termasuk pesantren, harus menjadi ruang aman bagi peserta didik, bukan justru menjadi tempat penyalahgunaan otoritas oleh pihak yang memiliki kuasa.

"Relasi kuasa seperti ini amat intimidatif dan harus diusut secara tuntas," katanya.

Dudung pun menyatakan perlindungan terhadap korban harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

Oleh karenanya, ia meminta aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait merahasiakan identitas korban, terutama karena sebagian korban diduga masih di bawah umur.

Dudung juga menekankan pentingnya pemulihan trauma dan luka yang dialami korban yang dinilai membutuhkan bantuan negara.

Ia menyebut kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual bisa terjadi di berbagai ruang sosial, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Dudung pun mendorong agar kasus ini tidak hanya dilihat sebagai peristiwa hukum individual, tetapi juga sebagai momentum memperkuat pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

"Waktunya bagi kepolisian untuk menunjukkan wajahnya sebagai aparat penegak hukum yang dapat diandalkan masyarakat. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu kepada siapa pun dengan sigap dan cepat," ujarnya.

Polisi berhasil menangkap tersangka dugaan pemerkosaan terhadap para santriwati pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah, berinisial AS.

Tersangka yang merupakan pendiri pondok pesantren tersebut ditangkap di rumah salah satu juru kunci petilasan di Kabupaten Wonogiri. AS sempat kabur ke sejumlah tempat yakni Bogor, Jakarta hingga Solo karena takut ditahan polisi.

(fra/mnf/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |