SMPN Satu Atap Simpang Kateman Gelar Workshop Anti-Perundungan, Tegaskan Komitmen 'Be a Buddy Not a Bully'

1 day ago 9

✍️ Lekno 📅 13 September 2026 - 03:30 WIB 👁️ 7x Dibaca

Bagikan:

SIMPANG KATEMAN  - Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, SMPN Satu Atap Simpang Kateman menggelar Workshop Anti-Perundungan bagi guru dan siswa, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Be a Buddy Not a Bully” atau Jadilah Sahabat, Bukan Pelaku Perundungan tersebut menghadirkan praktisi hukum dan pendidikan, Dr. Titin Triana, S.H., M.H., sebagai narasumber. Kepala SMPN Satu Atap Simpang Kateman, Ipa Mustika Sari, S.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah sekolah untuk memberikan pemahaman kepada guru dan siswa tentang bahaya perundungan serta pentingnya membangun hubungan yang baik antarsesama. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar pelajaran, tetapi juga menjadi tempat bagi siswa untuk membentuk karakter, belajar menghargai orang lain, serta membangun sikap saling membantu.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada seluruh warga sekolah bahwa perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Semua pihak harus ikut mencegah dan menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Ipa Mustika Sari. Ia menambahkan, perundungan dapat memberikan dampak yang serius bagi korban. Tidak hanya menimbulkan luka secara fisik, tetapi juga dapat membuat korban merasa takut, minder, kehilangan kepercayaan diri, bahkan enggan datang ke sekolah. Karena itu, menurutnya, diperlukan kerja sama antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah agar tindakan perundungan dapat dicegah sejak dini.

Dalam pemaparannya, Dr. Titin Triana, S.H., M.H., menjelaskan berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui ejekan, penghinaan, ancaman, pengucilan, hingga tindakan di media sosial. Ia mengingatkan para siswa agar tidak melakukan perundungan kepada teman, meskipun dengan alasan bercanda. Sebab, sesuatu yang dianggap sebagai candaan oleh pelaku belum tentu dianggap sama oleh orang yang menjadi sasaran.Para siswa juga diajak untuk berani berbicara dan melapor kepada guru apabila mengalami atau melihat tindakan perundungan. Sikap diam, menurutnya, dapat membuat masalah semakin berlarut.

“Jadilah teman yang bisa memberikan dukungan kepada orang lain. Jangan menjadi orang yang membuat teman merasa takut atau tertekan,” pesan Dr. Titin kepada para siswa.

Tema “Be a Buddy Not a Bully” pun menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut. Para siswa diajak untuk membangun persahabatan yang sehat, saling menghargai perbedaan, serta membantu teman yang sedang menghadapi masalah. Pihak sekolah berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas workshop, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Guru diharapkan dapat menjadi contoh dalam membangun komunikasi yang baik, sementara siswa dapat ikut menciptakan suasana pertemanan yang positif. Dengan adanya kegiatan tersebut, SMPN Satu Atap Simpang Kateman berkomitmen untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh para guru dan perwakilan siswa tersebut diharapkan menjadi langkah bersama dalam mewujudkan sekolah ramah anak dan bebas dari perundungan di Kabupaten Indragiri Hilir. (Diewa-IC)

Media Berita

Media Berita

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |