BANJARNEGARA – Dalam upaya memperluas akses lapangan kerja bagi Klien Pemasyarakatan, Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Purwokerto, Nasirudin, bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Kelompok Desa Mandiri Pangan (KDMP) Purwasaba, Selasa (1/7).
Kegiatan yang berlangsung di area wisata, lahan pertanian, dan peternakan milik Bumdes Purwasaba ini bertujuan untuk memberdayakan para klien melalui kegiatan produktif. Nantinya, para klien akan dipekerjakan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari peternakan ayam petelur, pengelolaan lahan jagung, hingga budi daya lele.
Kabapas Purwokerto, Nasirudin, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk menyalurkan potensi SDM yang dimiliki oleh para klien.

"Potensi SDM klien Bapas Purwokerto saat ini mencapai 698 orang, dengan 98 di antaranya berada di wilayah Banjarnegara. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menyediakan lapangan kerja bagi puluhan hingga ratusan klien, yang cakupannya tidak terbatas hanya di Banjarnegara saja, " ujar Nasirudin.
Senada dengan hal tersebut, Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah.
"Langkah ini akan memperkuat program ketahanan pangan, sekaligus menjadi implementasi dari Astacita, yakni membangun dari desa. Program ini juga sangat selaras dengan agenda aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan klien, " jelas Mardi.
Sementara itu, Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho yang akrab disapa Hoho, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai bahwa sektor yang dikembangkan oleh Bumdes Purwasaba memiliki prospek yang sangat baik bagi penyerapan tenaga kerja.
"Budi daya ayam petelur ini merupakan kegiatan ekonomi yang sangat menjanjikan. Dengan adanya program ketahanan pangan ini, kami optimistis dapat menyediakan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, termasuk bagi para klien pemasyarakatan, " pungkas Hoho.
Diharapkan, sinergi antara Bapas Purwokerto dan Desa Purwasaba ini dapat menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam membantu proses reintegrasi sosial klien agar dapat kembali mandiri dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.(Humas Bapas Purwokerto)


















































