Dukung Ketahanan Pangan, Bapas Purwokerto dan Bumdes Purwasaba Berdayakan Ratusan Klien Pemasyarakatan

3 days ago 14

BANJARNEGARA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto menggandeng Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Kelompok Desa Mandiri Pangan (KDMP) Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, untuk memperluas lapangan kerja bagi klien pemasyarakatan. Kerja sama ini diwujudkan melalui pemberdayaan klien di sektor pertanian dan peternakan.

Penjajakan kerja sama tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapas (Kabapas) Purwokerto, Nasirudin, bersama perwakilan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso. Keduanya meninjau langsung area wisata, lahan perkebunan jagung, budi daya lele, hingga peternakan ayam petelur milik Bumdes Purwasaba, Selasa (1/7).

Kabapas Purwokerto, Nasirudin, menjelaskan bahwa langkah strategis ini diambil untuk menyalurkan potensi sumber daya manusia (SDM) para klien pemasyarakatan agar mereka kembali produktif dan mandiri secara ekonomi.

"Potensi SDM klien Bapas Purwokerto saat ini mencapai 698 orang, dengan 98 di antaranya berada di wilayah Banjarnegara. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menyediakan lapangan kerja bagi puluhan hingga ratusan klien. Cakupannya nanti tidak terbatas hanya untuk klien di Banjarnegara saja, " ujar Nasirudin.

Inisiatif lintas sektor ini mendapat dukungan penuh dari Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah. Mardi Santoso menegaskan, program ini adalah wujud nyata dukungan instansinya terhadap agenda ketahanan pangan nasional.

"Langkah ini sekaligus menjadi implementasi dari program Astacita, yakni membangun dari desa. Program ini sangat selaras dengan agenda aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan klien, " jelas Mardi.

Sementara itu, Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho, menyambut positif kolaborasi tersebut. Pria yang akrab disapa Hoho ini menilai, unit usaha yang tengah dikembangkan oleh Bumdes Purwasaba memiliki prospek penyerapan tenaga kerja yang sangat baik.

"Budi daya ayam petelur dan sektor pertanian ini adalah kegiatan ekonomi yang sangat menjanjikan. Kami optimistis program ketahanan pangan ini mampu membuka banyak lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat luas, termasuk bagi teman-teman klien pemasyarakatan, " kata Hoho.

Sinergi antara Bapas Purwokerto dan Desa Purwasaba ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang efektif. Dengan bekal keterampilan dan penghasilan, proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan diyakini akan berjalan lebih lancar sehingga mereka dapat kembali diterima dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (Humas Bapas Purwokerto/Editor)

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |