Mbah Sarmi Asal Madiun, Berangkat Haji Usia 90 Tahun

4 hours ago 3

Surabaya, CNN Indonesia --

Di usianya yang hampir seabad, Sarmi Subari Rasyid tetap terlihat bugar saat bersiap diri menuju Tanah Suci. Usianya sudah 90 tahun, tapi niat dan semangatnya tak surut sedikitpun.

Mbah Sarmi, sapaan akrabnya, merupakan jemaah haji tertua yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 24 Embarkasi Surabaya.

Warga Madiun ini lahir pada Mei 1936 silam, atau sembilan tahun sebelum Indonesia merdeka. Sehari-hari, ia mengaku sebagai sosok yang tidak bisa diam dan tetap aktif melakukan pekerjaan fisik di rumahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerjanya, menanam apa saja di sebelah rumah itu, ya bersih-bersih. Semua-semuanya bisa saya. Ya bersih-bersih, menanam sayur, ya nyuci," kata Mbah Sarmi di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya, Selasa (28/4).

Meski usianya sudah senja, Mbah Sarmi punya kebiasaan hidup sehat. Ia mengaku rutin berjalan kaki setiap hari, terutama saat hendak menunaikan salat di musala atau masjid di dekat kediamannya.

"Persiapannya ya fisiknya sehat. Niat yang baik. Tipsnya ya jalan-jalan. Ya dekat musala ya jemaah. Kita ini lima waktu masih rajin salat jemaah di masjid, musala yang terdekat. Kalau masjid kan jauh," ujarnya.

Mbah Sarmi mengaku juga sudah menyiapkan doa-doa khusus yang akan dipanjatkan di depan Kabah nanti. Sebagai ibu dari enam anak dengan total keturunan mencapai hampir 50 orang termasuk cucu dan mantu, ia berharap seluruh keluarganya dapat mengikuti jejaknya ke untuk pergi haji.

"Daftar haji tahun 2020. Penginnya sudah lama, tapi dipanggil sekarang, Alhamdulillah. Harapannya ya semua anak cucu bisa haji semua. Kalau keluarga yang pesan itu ya istiqomah, beribadah," ucapnya.

Di sisi lain, Wiwik Hariningsih (48), putri keenam Mbah Sarmi, membeberkan fakta unik di balik kondisi ibunya yang masih bugar meski di usia 90.

Wiwik menyebut, ibundanya memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi setiap hari. Menurutnya, kopi telah menjadi 'suplemen' yang membuat sang ibu tetap bersemangat dan tidak mudah sakit.

"Makan mboten enten yang dilarang saking Ibu. Tapi kalau tidak minum kopi malah pusing ya. Seminggu di rumah aku enggak ada kasih kopi, malah enggak bisa. Tak kasih kopi dia langsung fit. Kopinya kopi saset sembarang," ujar Wiwik.

Selain itu, Wiwik menyebut sang ibu juga tetap melakukan aktivitas fisik dengan membantu menjemur hasil panen di sawah.

Mengenai biaya haji Mbah Sarmi, Wiwik menyebut dana tersebut murni berasal dari tabungan pribadi ibundanya, termasuk dari simpanan uang pensiun almarhum ayahnya yang merupakan seorang purnawirawan ABRI.

"Biayanya Ibu sendiri. Ini kan dari pensiunnya Bapak. Terus sekalian sama saya. Saya niatnya mendampingi. Anak-anaknya kan sudah [punya] rumah-rumah [sendiri] semua, saudaranya juga kompak semua [membantu]," pungkas Wiwik.

(frd/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |