Camat Tembilahan Ari Syuria Gugah 45 Generasi Qur’ani: STQ 2026 Bukan Sekadar Mencari Juara, Tapi Menyalakan Cahaya Al-qur’an

20 hours ago 2

✍️ Redaksi 📅 05 September 2026 - 16:51 WIB 👁️ 23x Dibaca

Bagikan:

TEMBILAHAN - Semangat membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an terus ditanamkan di tengah masyarakat Kecamatan Tembilahan. Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Kecamatan Tembilahan Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Camat Tembilahan, Jumat (4/9/2026).

Sebanyak 45 peserta, terdiri dari 25 putra dan 20 putri, mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan tampil dalam sejumlah cabang yang diperlombakan, seperti Tartil Al-Qur’an, Tilawah Anak-Anak, Tilawah Dewasa, serta berbagai cabang Tahfiz Al-Qur’an.

STQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang untuk mencari peserta terbaik. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an.

Camat Tembilahan Ari Syuria, S.E., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa STQ harus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

“Hari ini kita bukan sekadar membuka sebuah perlombaan. Hari ini kita sedang membuka sebuah jalan, yaitu jalan untuk mendekatkan generasi kita dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurut Ari Syuria, menjadi juara dalam sebuah perlombaan tentu merupakan suatu kebanggaan. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan para peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mengikuti STQ dengan niat yang baik.

“Jangan datang ke STQ hanya dengan keinginan untuk menjadi juara. Datanglah dengan niat untuk mencari ridha Allah SWT. Kalau menang, jangan sombong. Kalau belum berhasil, jangan berkecil hati,” pesannya.

34 Peserta Ikuti Cabang Tahfiz

Dari 45 peserta yang mengikuti STQ Kecamatan Tembilahan Tahun 2026, sebanyak 34 peserta mengikuti cabang Tahfiz Al-Qur’an. Cabang tersebut terdiri dari hafalan 1 Juz, 5 Juz, 10 Juz hingga 30 Juz.

Bagi Ari Syuria, banyaknya peserta yang mengikuti cabang Tahfiz menjadi hal yang patut diapresiasi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya semangat yang kuat dari generasi muda untuk mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.

“45 peserta adalah 45 harapan. 45 anak adalah 45 cahaya. Mereka adalah generasi yang kita titipkan untuk masa depan umat dan masa depan Tembilahan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para orang tua, guru, pendamping, penyuluh agama, LPTQ, Dewan Hakim, panitia serta semua pihak yang telah membantu mempersiapkan peserta.

Menurutnya, keberhasilan seorang anak dalam mengikuti STQ tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, terutama keluarga dan para guru.

“Bisa jadi yang berdiri di atas panggung hanyalah seorang anak. Tetapi sesungguhnya di belakangnya ada doa seorang ibu, ada keringat seorang ayah, ada bimbingan guru dan ada kesabaran para pembimbing,” tuturnya.

Pembinaan Harus Terus Berjalan

Camat Tembilahan menegaskan bahwa pembinaan generasi Qur’ani tidak boleh berhenti setelah kegiatan STQ selesai. Semangat membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an harus terus dibangun, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Ia berharap kegiatan STQ dapat memberikan dampak positif dan mendorong semakin banyak anak-anak dan generasi muda untuk belajar Al-Qur’an.

Kepada seluruh peserta, Ari Syuria berpesan agar tampil dengan percaya diri, menjaga sikap dan adab, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan ikhlas.

“Baca dengan hati, lantunkan dengan cinta, berjuang dengan ikhlas dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam kehidupan,” pesannya.

Ia berharap peserta terbaik yang nantinya terpilih dari STQ Kecamatan Tembilahan dapat terus meningkatkan kemampuan dan melanjutkan perjuangan ke tingkat Kabupaten Indragiri Hilir.

Para peserta diharapkan mampu membawa nama baik Kecamatan Tembilahan serta memberikan prestasi terbaik pada ajang yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, STQ bukan hanya tentang mendapatkan juara atau membawa pulang piala. Lebih dari itu, STQ diharapkan menjadi jalan untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebab, pada akhirnya, STQ bukan tentang siapa yang paling tinggi mengangkat piala. STQ adalah tentang siapa yang paling dalam menanamkan Al-Qur’an di dalam hati,” tutup Ari Syuria.

Media Berita

Media Berita

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |