Autopsi Mayat ASN di Parkir Bandara Juanda: Ada Tanda Kekerasan

4 hours ago 2

Surabaya, CNN Indonesia --

Hasil autopsi sementara terhadap mayat perempuan yang ditemukan di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) menunjukkan sejumlah tanda kekerasan.

Selain itu, korban yang belakangan diketahui merupakan RYS (50), seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jatim, itu diduga meninggal akibat asfiksia atau mati lemas.

Ketua Tim Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengungkapkan sejumlah temuan dalam pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait pemeriksaan luar terhadap korban ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul," kata Ni Made, Kamis (25/6).

Luka di cuping telinga kiri ini menjadi salah satu temuan penting, Namun Ni Made menegaskan pihaknya hanya dapat menyampaikan fakta medis tanpa bisa menyimpulkan penyebab luka itu.

"Masalah kekerasannya, bagaimananya kita tidak bisa menyampaikan karena ya kita menemukan luka robek pada cuping telinga," tuturnya.

Selain luka fisik itu, tim dokter forensik juga mendapati sejumlah kelainan yang biasanya ditemukan pada kasus kematian akibat kekurangan oksigen.

"Ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata. Yang ketiga, ditemukan kebiruan pada selaput lendir bibir atas maupun bawah. Kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia," ucapnya.

Pemeriksaan bagian dalam tubuh turut memperkuat dugaan tersebut. Pada lidah, epiglotis, dan saluran napas atas tampak perubahan warna yang signifikan, begitu pula pada organ pencernaan korban.

"Pada pemeriksaan dalam pada lidah, epiglotis, dan saluran napas atas tampak berwarna merah kehitaman. Kemudian pada dinding lambung berwarna merah kehitaman. Ditemukan tanda-tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh," katanya.

Pihak rumah sakit juga telah mengambil sampel untuk pemeriksaan toksikologi untuk mengetahui kemungkinan adanya zat-zat tertentu dalam tubuh korban.

"Pemeriksaan uji toksikologi pada ginjal kanan dan ginjal kiri serta lambung dan isinya, pada kuku telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Sampelnya kita kirim ke Labfor Surabaya," kata Ni Made.

Sementara itu, dua spekulasi publik yang berkembang sebelumnya berhasil dipatahkan melalui autopsi ini. Korban dipastikan tidak dalam kondisi hamil, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual.

"Terkait dugaan perut yang membesar, setelah diadakan pemeriksaan dalam ternyata korban dinyatakan tidak hamil," ungkap Ni Made. "Kemudian ada pemeriksaan pada swab vagina menunjukkan hasil tidak ditemukan sperma," tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diperkirakan korban telah meninggal dunia dalam rentang waktu yang cukup lama sebelum jasadnya ditemukan.

"Untuk meninggalnya diperkirakan sudah lebih dari 2 kali 24 jam. Dua atau tiga hari," ujarnya.

Hasil pemeriksaan lengkap masih harus menunggu uji laboratorium forensik. Seluruh sampel yang diambil kini tengah dalam proses pengiriman ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.

"Sampel sudah kita ambil, nanti kita kirimkan ke Labfor, ya, Laboratorium Forensik di Polda Jatim. Untuk hasilnya nanti menunggu kalau sudah selesai dari Labfor. Kemungkinan kurang lebih mungkin 1 mingguan. Kalau perkiraan kami, 1 minggu," katanya.

[Gambas:Youtube]

(frd/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |