Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Muncul Gempa Vulkanik Dalam

7 hours ago 2

Medan, CNN Indonesia --

Gunung Sinabung (2451 mpdl) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut) menunjukkan adanya peningkatan aktivitas.

Pos Pemantau Gunung Sinabung menyatakan aktivitas kegempaan gunung api didominasi oleh gempa tektonik dan gempa vulkanik meski dalam jumlah tidak signifikan.

Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra mengatakan dari pemantauan kegempaan pada akhir pekan lalu, 1 Agustus 2026, menunjukkan peningkatan gempa Vulkanik Dalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu, terekam juga gempa hembusan, gempa low frequency dan gempa hybrid yang sebelumnya jarang terekam," ujar Armen Putra, Senin (3/8).

Menurut Armen embusan asap kawah teramati putih tipis hingga sedang dengan ketinggian berkisar antara 50 - 600 meter di atas kubah lava.

"Peningkatan aktivitas kegempaan ini perlu diwaspadai, mengingat potensi bahaya Gunung Sinabung yang dapat terjadi berupa erupsi freatik maupun erupsi magmatik," jelasnya.

Potensi pembongkaran kubah lava, tambah Armen, juga dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

"Tingkat aktivitas Gunung Sinabung pada saat ini adalah Level II (Waspada) sejak 17 Mei 2023," urainya.

Sejak Maret 2024, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 3,5 km untuk sektor selatan-timur Gunung Sinabung.

Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan. Aliran lahar dapat melintasi sungai di sektor barat daya yang berhulu di puncak Gunung Sinabung.

(fnr/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |