59 Guru PAI Inhil Tuntaskan Diklat Kepala Laboratorium PAI, Perkuat Pendidikan Karakter dan Spiritual di Sekolah

4 hours ago 2

Tembilahan – Suasana haru dan penuh syukur mewarnai penutupan Diklat Pengembangan Kompetensi Kepala Laboratorium PAI Angkatan I dan II yang diselenggarakan oleh Loka Keagamaan Riau–Kepri bekerja sama dengan AGPAII Kabupaten Indragiri Hilir tanggal 5 s.d 11 Juni 2026. Sebanyak 59 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dari berbagai sekolah se Kabupaten Indragiri Hilir dinyatakan telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan berhak memperoleh sertifikat resmi yang diterbitkan oleh Loka Keagamaan Riau–Kepri, Kamis (11/6/2026).

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Inhil, H. Indra Sabarianto, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi guru PAI, khususnya dalam mengelola Laboratorium Pendidikan Agama Islam sebagai sarana pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, H. Abdul Rasyid, S.E., M.Ak., dalam sambutannya sebelum menutup kegiatan menegaskan bahwa Guru PAI memiliki peran strategis sebagai penguat pendidikan karakter dan spiritual peserta didik di sekolah.

Menurutnya, keberadaan Kepala Laboratorium PAI yang memiliki kompetensi dan pengakuan resmi melalui pelatihan ini diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai kegiatan praktik keagamaan di sekolah. Ia menekankan bahwa pengelolaan Laboratorium PAI tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan jam tambahan guru, tetapi lebih jauh menjadi media pembinaan karakter dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik.

“Guru PAI harus menjadi penyeimbang pendidikan karakter dan spiritual di sekolah. Laboratorium PAI harus hidup dan menjadi pusat kegiatan praktik keagamaan yang memberi dampak nyata bagi pembentukan akhlak peserta didik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, H. Abdul Rasyid juga memberikan apresiasi kepada AGPAII Kabupaten Indragiri Hilir yang telah berinisiatif menggandeng lembaga resmi Kementerian Agama sebagai penyelenggara diklat. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen organisasi profesi dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme Guru PAI.

Ia juga menguatkan ajakan Ketua AGPAII Kabupaten Indragiri Hilir, Saruji, S.Ag., M.Pd., agar seluruh Guru PAI di Kabupaten Indragiri Hilir bergabung dalam AGPAII sebagai wadah pengembangan kompetensi, kolaborasi, dan penguatan profesi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Loka Keagamaan Riau–Kepri, H. Aprianto, M.Pd., menjelaskan bahwa Loka Keagamaan Riau–Kepri merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Agama yang memiliki tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kependidikan dan tenaga keagamaan.

Ia mengapresiasi semangat para peserta yang telah mengikuti seluruh proses pelatihan serta mengingatkan pentingnya terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai kegiatan pengembangan profesional yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga resmi.

“Kami berharap para guru tidak pernah berhenti belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri. Pilihlah kegiatan pelatihan yang jelas legalitas dan kualitas penyelenggaranya sehingga kompetensi yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik,” pesannya.

H. Aprianto juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala SDN 004 Tembilahan, Taufik, M.Pd., beserta seluruh jajaran sekolah yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sehingga dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.

Penutupan diklat ini menjadi penanda berakhirnya proses pembelajaran sekaligus awal dari tanggung jawab baru bagi para peserta untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh. Diharapkan keberadaan Laboratorium PAI di sekolah-sekolah Kabupaten Indragiri Hilir semakin berfungsi sebagai pusat pembelajaran, pembiasaan ibadah, dan penguatan karakter peserta didik sehingga mampu mendukung terwujudnya pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas.

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |