6.000 Buruh Jatim Bawa 21 Tuntutan ke Gubernur, Rumah Murah hingga UMK

1 hour ago 2
Daftar Isi

Surabaya, CNN Indonesia --

Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi serikat pekerja dijadwalkan turun ke jalan untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, dengan titik pusat konsentrasi massa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur.

Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur Nuruddin Hidayat mengungkapkan bahwa aksi besar-besaran ini merupakan bagian dari konsolidasi Gerakan Serikat Pekerja (GESPER) Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setidaknya, massa akan memadati titik-titik strategis mulai dari Surabaya hingga daerah industri penyangga seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, hingga Jember dan Tuban.

"Aksi ini diperkirakan melibatkan sekitar 6.000 massa dari FSPMI dari berbagai Kawasan Industri di Jawa Timur, yaitu Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang, dan Tuban," tutur Nuruddin.

"Untuk mendukung mobilisasi massa, FSPMI mengerahkan sekitar 50 unit bus, 10 truk mobil komando, serta konvoi ribuan sepeda motor," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Massa akan mengawali pergerakan dengan melaksanakan ibadah salat Jumat di tiga titik utama, yakni Masjid Al-Akbar, Masjid Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Masjid Al-Falah di Jalan Raya Darmo. Sebagian massa lainnya direncanakan menunaikan salat di sepanjang Jalan Pahlawan.

Setelah itu, rombongan akan berkumpul di depan BG Junction Mall sebelum melakukan long march menuju Kantor Gubernur yang ditargetkan tiba pada pukul 15.00 WIB.

Aksi May Day kali ini tidak hanya sekadar seremonial tahunan, melainkan menjadi panggung bagi buruh untuk menagih janji Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dianggap masih menggantung sejak tahun lalu.

Isu-isu krusial, seperti pengawasan praktik outsourcing, pengadaan perumahan murah bagi buruh, hingga kepastian jaminan pesangon menjadi poin utama yang ditekan.

"Aksi May Day 2026 ini merupakan bentuk konsolidasi kekuatan buruh Jawa Timur untuk memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, serta kepastian hukum bagi seluruh pekerja," tegas Nuruddin.

Ia pun menekankan bahwa pemerintah harus segera bertindak nyata, tidak hanya berhenti pada janji manis, tetapi diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak pada nasib pekerja.


Berikut tuntutan buruh baik di tingkat nasional maupun daerah dalam aksi di Surabaya. 


Tuntutan Nasional

1. Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB.

2. Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM).

3. Hentikan ancaman PHK akibat dampak perang global.

4. Reformasi sistem perpajakan dengan menghapus pajak atas THR, JHT, dan pensiun serta menaikkan PTKP.

5. Berantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.

6. Segera ratifikasi Konvensi ILO 190.

7. Berikan perlindungan bagi pekerja digital platform.

8. Tingkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

9. Jamin akses layanan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan pemberi kerja.

10. Potongan tarif ojol maksimal 10 persen. 

Tuntutan Jatim

11. Rekomendasi kebijakan strategis kepada pemerintah pusat dan DPR RI terkait revisi dan pembentukan regulasi ketenagakerjaan.

12. Evaluasi sejumlah Surat Edaran Mahkamah Agung yang dinilai merugikan pekerja.

13. Penyediaan rumah murah dan rumah susun bagi buruh.

14. Penyusunan Peraturan Daerah tentang Sistem Jaminan Pesangon.

15. Pengawasan ketat terhadap praktik outsourcing.

16. Penegakan kebijakan UMK dan UMSK.

17. Pembentukan Satgas Pencegahan PHK.

18. Kewajiban kepesertaan aktif BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat perizinan usaha.

19. Pemberian sanksi bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS.

20. Peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh melalui jalur afirmasi.

21. Kajian pembebasan pajak kendaraan roda dua dan PBB untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

(frd/chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |