Tangerang, CNN Indonesia --
Puluhan warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari (King Stone), terpaksa dievakuasi pada Senin (22/6).
Evakuasi dilakukan setelah asap pekat dari kebakaran yang belum berhasil dipadamkan menyelimuti permukiman dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran yang melanda pabrik seluas sekitar satu hektare itu telah berlangsung lebih dari 12 jam. Hingga siang hari, petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api yang terus menghasilkan kepulan asap hitam tebal.
Asap dari sisa material yang terbakar mulai menyebar ke kawasan permukiman di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat, sementara lainnya dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara yang disiapkan pemerintah setempat.
Salah seorang warga, Pasiman, mengaku telah memindahkan anak dan cucunya ke wilayah Karawaci dan Cisoka untuk menghindari paparan asap. Ia menyebut kebakaran serupa pernah terjadi beberapa kali di pabrik tersebut, namun kali ini merupakan yang paling parah.
"Sudah tiga kali kebakaran terjadi, dan yang sekarang ini paling parah. Anak dan cucu saya sudah diungsikan ke Karawaci dan Cisoka supaya tidak terkena asap," ujar Pasiman.
Pemerintah Kelurahan Tanah Tinggi melakukan langkah mitigasi dengan mengevakuasi warga yang tinggal dalam radius sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran atau yang berbatasan langsung dengan area pabrik.
Lurah Tanah Tinggi, Dewi Ratna Sari, mengatakan arah angin yang berubah sejak pagi menyebabkan asap pekat bergerak menuju kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu pernapasan sehingga evakuasi perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi.
"Sejak pagi arah angin berubah ke wilayah Tanah Tinggi sehingga asap mulai masuk ke permukiman. Karena asap cukup pekat dan mulai mengganggu pernapasan, warga yang berada di sekitar lokasi kami evakuasi ke tempat yang lebih aman," kata Dewi.
Menurutnya, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Puskesmas Tanah Tinggi untuk melakukan pemantauan kesehatan warga. Sejumlah tenaga kesehatan diterjunkan guna memeriksa kondisi masyarakat yang terdampak asap.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan laporan warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Warga tetap diimbau menggunakan masker saat beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah, guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Selain menyiapkan lokasi pengungsian sementara di sarana ibadah, Kelurahan Tanah Tinggi juga membuka posko kesehatan di dekat lokasi kebakaran. Posko tersebut disediakan untuk memudahkan warga melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendeteksi dini gejala gangguan pernapasan akibat asap kebakaran.
(dod/wis)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1

















































