Waketum MUI Peringatkan Koruptor soal Azab dan Siksa Pedih Neraka

10 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas memberikan peringatan keras kepada para pelaku tindak pidana korupsi atau koruptor di negeri ini.

Dia mengingatkan betapa mengerikannya azab dan siksaan neraka yang menanti para koruptor di akhirat kelak. Beberapa di antaranya mulai dari memikul harta hasil curian hingga gambaran siksaan paling ringan berupa sandal api yang sanggup membuat otak mendidih.

Buya Anwar menegaskan korupsi atau ghulul merupakan perbuatan zalim dan dosa besar yang sangat dicela dalam Islam. Pasalnya, tidak hanya merugikan masyarakat dan merusak tata kehidupan berbangsa, tindakan mengambil harta yang bukan haknya secara batil telah mengundang murka Allah SWT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk itu, supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari dan terhindar dari peristiwa buruk tersebut, MUI mengimbau kepada semua koruptor, baik yang sudah ditangkap maupun yang belum ditangkap, supaya bertobatlah," ujar Anwar, Jakarta, dikutip dari laman resmi MUI, Jumat (23/7).

Dalil Alquran dan hadis

Dalam perenungannya, Anwar membeberkan sejumlah dalil shahih dan ayat Alquran untuk menggugah nurani para koruptor.

Dia bilang kerasnya azab bagi orang-orang zalim yang melakukan korupsi itu  juga ditegaskan dalam Alquran Surah Al-Kahf ayat 29. Allah SWT telah menyediakan neraka yang gejolak apinya mengepung orang zalim.

Jika mereka meminta pertolongan karena kehausan, katanya, para koruptor di dunia itu justru diberi minuman berupa cairan besi mendidih yang menghanguskan wajah.

Selain itu, Anwar menekankan bahwa hak atas suatu harta akan gugur secara otomatis jika didapat melalui cara yang haram.

Dia juga menyinggung hadis riwayat Imam Muslim mengenai tingkatan siksaan di neraka yang sangat dahsyat.

Anwar menjelaskan siksa paling ringan bagi penduduk neraka saja adalah dipasangkan dua sandal dari api yang panasnya sanggup membuat otak seseorang mendidih seperti air di dalam kuali.

Tak hanya itu, Buya Anwar menerangkan hadis Rasulullah SAW yang menggambarkan bagaimana pelaku korupsi akan datang pada hari kiamat dengan memikul sendiri harta yang dikorupsinya di atas pundak. Setelah itu, sambungnya, malaikat akan mencampakkannya ke dalam kobaran api neraka.

"Barang siapa yang kami pekerjakan untuk mengurus suatu urusan, lalu ia menyembunyikan dari kami sebuah jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka itu adalah perbuatan ghulul (khianat/korupsi) yang akan ia bawa pada hari Kiamat," tutur Buya Anwar mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Bahkan, lanjutnya, Rasulullah SAW pernah menegaskan seseorang yang menyembunyikan sehelai kain saja dari harta publik akan mendapati kain tersebut berubah menjadi api yang membakar dirinya di dalam neraka.

Oleh sebab itu, jalan satu-satunya bagi para koruptor untuk selamat dari ancaman neraka adalah dengan bertobat secara sungguh-sungguh (nasuha).

"Caranya, minta ampunlah kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh dan kembalikan semua harta yang dikorupsi tersebut kepada yang berhak memilikinya. Lalu berjanjilah kepada Tuhan dan diri sendiri untuk tidak mengulanginya," kata Anwar.

Sebagai informasi, mulai Jumat ini hingga tiga hari ke depan, MUI menggelar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta. Presiden RI Prabowo Subianto semula disebut dijadwalkan membuka kongres tersebut, namun berdasarkan pantauan di lokasi kongres yang bersangkutan tak hadir.

"Pada acara itu nanti akan dibuka oleh Presiden, yaitu pada tanggal 24 Juli kira-kira jam 16.00 WIB," kata Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII KH Marsudi Syuhud mengutip situs resmi MUI, Kamis (23/7).

Pada artikel yang sama di laman MUI itu, Marsudi menyebut kegiatan itu bukan sebatas agenda seremonial berkumpulnya para tokoh. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog kritis dan strategis untuk menyumbang gagasan nyata kepada pemerintah.

Adapun beberapa yang akan dibahas di antaranya adalah soal hukuman untuk koruptor, persoalan tambang, dan fenomena LGBTQ.

(kid/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |