Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Universitas Pertahanan (Unhan) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperluas pilihan karier.
Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi memiliki banyak peluang untuk mengembangkan kompetensinya, termasuk melalui kewirausahaan, sehingga tidak hanya terpaku pada pilihan menjadi anggota TNI, Polri, atau aparatur sipil negara (ASN).
"Saya ingin membuka pemikiran adik-adik ya. Vokasi ini penting, pendidikan keahlian khusus yang dilatihkan di sini. Tapi jangan hanya berpikir satu pilihan saja, ingin menjadi TNI, polisi, ASN," kata Mendagri saat mengunjungi Politeknik "Ben Mboi" Unhan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT, Sabtu (27/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menilai Politeknik "Ben Mboi" Unhan NTT merupakan salah satu model pendidikan vokasi unggulan yang membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan, terutama di bidang pertanian, perkebunan, perikanan tangkap, budidaya laut, serta bidang lain yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui tumbuhnya lebih banyak wirausaha yang mampu mengolah kekayaan sumber daya alam Indonesia. Hal ini sekaligus akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
"Negara kita lebih banyak membutuhkan wiraswasta. Negara kita bisa menjadi negara G20. Artinya negara G20, grup 20 negara dengan pendapatan domestik brutonya itu terbesar di dunia," terangnya.
Indonesia menurut Tito merupakan negara tropis sekaligus negara kepulauan yang memiliki lebih dari 100 gunung berapi sehingga tanahnya sangat subur. Kondisi tersebut mendukung sektor pertanian dan perkebunan, ditambah iklim tropis yang memungkinkan kegiatan tanam berlangsung sepanjang tahun.
Selain itu, berbeda dengan sejumlah negara di kawasan Jazirah Arab, Indonesia juga memiliki puluhan ribu aliran sungai.
"Kita 50 ribu batang ruas sungai, artinya sungai dengan cabang-cabangnya. Kita memiliki danau, baik danau asli maupun danau buatan. Jumlahnya juga ribuan, artinya sumber air kita cukup, tapi belum maksimal digunakan. Cukup bagus untuk pertanian, perkebunan," ucapnya.
Mendagri juga mencontohkan Selandia Baru yang mampu membangun kesejahteraan melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar karena dikaruniai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.
"Jadi sebetulnya potensi untuk berusaha di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan itu sangat terbuka dan bisa menghasilkan kalau di sini uang bahasanya osan, osannya lebih banyak daripada jadi anggota TNI, Polri, ASN," kata Tito.
(tim)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
6
















































