Tahanan Polresta Tangerang Tewas Diduga Bunuh Diri di RS Polri

11 hours ago 3

Tangerang, CNN Indonesia --

Seorang tahanan Polresta Tangerang berinisial SW (49) dilaporkan tewas diduga mengakhiri hidupnya sendiri saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala Seksi Humas Polres Jakarta Timur, AKP I Made Budi membenarkan dugaan bunuh diri tahanan titipan Polresta Tangerang yang disebut terjadi pada Minggu (26/7).

"Berdasarkan informasi dari kapolsek yang menangani kasus tersebut, memang benar adanya kasus bunuh diri tahanan titipan dari Polresta Tangerang," ujar I Made Budi, Kamis (30/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Made menjelaskan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Tentunya pertama kali kita lakukan olah TKP ya, cek TKP dari Polsek Kramat Jati beserta Inafis dari Polres. Ya memeriksa semua, memeriksa semua seperti apa lokasi kejadian itu. Nanti kan bisa diketahui penyebabnya apakah dia murni," jelasnya.

Meski demikian, Made mengaku belum mengetahui kasus yang menjerat tahanan itu. Terlebih, tahanan tersebut titipan dari Polresta Tangerang.

"Untuk kasus apanya, kasus apanya itu kita juga belum dapat info nih dari Pak Kapolsek," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari internal Polresta Tangerang, SW merupakan tahanan kasus pencabulan di wilayah Mauk.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polresta Tangerang mengenai peristiwa tewasnya tahanan tersebut.

Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menilai adanya kelalaian dalam pengawasan terhadap tahanan tersebut.

"Yang perlu didalami itu tentu soal pengawasan, keselamatan dan keamanan dari tahanan itu. Mungkin ini kelalaian dari pengawas," kata Sugeng.

Menurut Sugeng, penyebab tewasnya tahanan tersebut murni karena tindakan mengakhiri hidup, bukan adanya intervensi dari pihak mana pun.

"Dia memang meninggal bunuh diri bukan karena intervensi dari pihak lain di luar dirinya," jelasnya.

Oleh karena itu, Sugeng meminta agar ada evaluasi terhadap sistem pengawasan tahanan oleh kepolisian.

Disclaimer Kesehatan Mental - rev1

(dod/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |