Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Wonosobo Diwarnai Haru Orang Tua Siswa

11 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Tangis haru menyelimuti orang tua siswa saat menghadiri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (31/7). Momen tersebut dirasakan para orang tua yang merasa bersyukur karena anaknya dapat melanjutkan pendidikan secara gratis.

Saat berdialog dengan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, salah satu orang tua siswa, Tri Murniyati, mengaku tidak dapat menahan air mata bahagianya ketika mengetahui putranya, Muhammad Daud, resmi diterima di Sekolah Rakyat.

"Kagem (kepada) bapak Presiden, matur nuwun sanget, terima kasih banyak sudah menyediakan gedung (Sekolah Rakyat), untuk pendidikan anak-anak kami yang kurang mampu, kami bisa meraih cita-cita melalui anak-anak kami," katanya saat berdialog dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tri adalah orang tua tunggal yang menanggung lima anggota keluarga. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan hanya sekitar Rp700 ribu per bulan.

Dengan penghasilan sekecil itu, dirinya mengaku kesulitan membiayai sekolah anak-anaknya. Kehadiran Sekolah Rakyat pun menjadi jawaban atas kesulitan tersebut, hingga salah satu anaknya bisa melanjutkan pendidikan di sana.

"Karena anak-anak saya ingin sekali maju, ingin sekali menjadi anak-anak yang membanggakan orang tua. Buat saya, ini adalah kesempatan untuk kami bisa mendidik anak-anak menjadi lebih baik lagi," ucap dia sambil meneteskan air mata.

Rasa syukur serupa juga dirasakan Turmudi, orang tua dari Syekh Mufti yang turut menjadi siswa Sekolah Rakyat. Turmudi berprofesi sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu, terkadang hanya Rp50 ribu per hari saat ada lahan yang digarap.

Baginya, Sekolah Rakyat sangat meringankan beban ekonomi keluarga karena anak pertamanya bisa melanjutkan pendidikan secara gratis dan berkualitas. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, saya merasa senang, saya rakyat kecil, dibantu sama Bapak Presiden Prabowo, semoga lancar dan anak-anak saya jadi pintar," kata Turmudi haru.

Di sisi lain, Agus Jabo menyampaikan program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan. Program ini dirancang agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah.

"Maka negara kemudian menjemput, menjemput anak-anak dari Bapak dan Ibu ke rumah-rumah untuk disekolahkan di Sekolah Rakyat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Ia menyebut keluarga Tri dan Turmudi hanya dua dari banyak keluarga yang kesulitan menyekolahkan anak akibat keterbatasan ekonomi. Kondisi ini merupakan gambaran persoalan pendidikan yang lebih besar di Indonesia.

Menurut Agus Jabo, saat ini terdapat 4,1 juta anak Indonesia yang belum, tidak, atau putus sekolah akibat kendala ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk meningkatkan daya tampung gedung Sekolah Rakyat dari seribu menjadi minimal dua ribu siswa per sekolah.

"Pak Presiden kemarin perintahnya adalah setiap sekolah harus bisa menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah harus bisa menampung minimal dua ribu siswa, karena saking banyaknya anak-anak kita yang tidak sekolah," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara pembukaan MPLS turut dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna. Hadir pula Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, serta pejabat terkait lainnya.

(rir)

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |