Koster Respons Sentilan Prabowo soal Sampah di Pantai Bali

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menyentil para kepala daerah di Bali terkait masalah sampah yang memenuhi pantai di Pulau Dewata. Prabowo mengatakan persoalan itu sampai memicu komentar dari beberapa tokoh di luar negeri.

"Ini maaf ya gubernur, bupati dari Bali ini real loh, Bali Bulan Desember 2025, ini Pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah," kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2), dikutip dari detikcom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons sentilan tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster berterima kasih atas atensi Prabowo dan berjanji segera mengatasinya.

"Saya berterima kasih kepada bapak Presiden yang telah memberi perhatian khusus kepada Bali terkait dengan sampah," kata Koster di lokasi acara.

Koster menjelaskan penyebab sampah menumpuk di pantai. Dia mengatakan sampah itu datang secara musiman saat musim hujan.

"Mengenai sampah yang di Pantai Kuta itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan yaitu khususnya pada akhir Desember, Januari, dan awal Februari. Jadi asal hujan, sampah kiriman datangnya dari luar daerah begitu cepat karena arusnya besar," ujarnya.

Dia menyebut sampah itu telah dibersihkan. Namun, katanya, pemerintah Bali butuh waktu dua hingga tiga jam untuk mengatasi sampah di pantai.

"Hanya saja dalam mengatasi ini kita butuh waktu kira-kira dua jam atau tiga jam untuk mobilisasi sehingga sampai dia bersih," ujarnya.

Koster janji segera mengumpulkan dinas terkait di Bali untuk membahas persoalan sampah. Dia juga akan membentuk satuan tugas (Satgas) untuk bersih-bersih pantai.

"Nah karena itu dengan arahan bapak Presiden tadi maka kami akan segera kumpul Kadis Lingkungan Hidup kemudian kepala BPBD, Kadis Pendidikan, kemudian juga TNI dan Polri saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai begitu sampah datang langsung bisa dibersihkan tidak perlu menunggu 2 jam 3 jam," ujarnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(fra/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |