Banjir di Kota Padang: 3 Kecamatan Terdampak, Sejumlah Motor Hanyut

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu setelah banjir menggenangi sejumlah kawasan permukiman dan akses jalan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak, Senin (3/8) pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hujan lebat berdurasi panjang memicu genangan air yang meluap ke kawasan permukiman warga serta ruas jalan utama di beberapa titik. Merespons kondisi tersebut, tim gabungan BPBD Kota Padang bergerak menerjunkan perahu polietilen guna mengevakuasi warga ke lokasi aman," kata dia, Senin.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, banjir berdampak pada tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung.

Di Kecamatan Kuranji, wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, hingga Gunung Sarik. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, genangan air merendam Kelurahan Aia Pacah, kawasan belakang RSUD, serta Perumahan Green Mandiri. Adapun di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, banjir dilaporkan melanda lima kelurahan.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB juga menerima laporan dari petugas di lapangan bahwa derasnya arus banjir di sejumlah ruas jalan sempat menghanyutkan beberapa kendaraan bermotor milik warga.

Abdul menyampaikan hujan masih mengguyur sebagian wilayah Kota Padang hingga Senin malam. Akibatnya, genangan air di sejumlah titik belum surut, sementara proses pendataan korban maupun kerugian masih terus dilakukan.

"Masyarakat yang berada di wilayah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama," kata dia.

BNPB menilai kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan seiring adanya peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebelumnya, Direktorat Meteorologi BMKG mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina yang berpotensi meningkatkan peluang hujan lebat di sejumlah wilayah, terutama di sebagian besar Sumatera bagian barat pada periode 3-5 Agustus.

(antara/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |