Surabaya, CNN Indonesia --
PT Virgo Karya Shipping selaku operator sekaligus pemilik Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa, tegas membantah isu mengenai kondisi kapal mereka yang dinilai sudah terlalu tua dan tidak laik.
General Manager PT Virgo Karya Shipping, Yoel Rihi mengklaim kapal tersebut beroperasi sesuai dengan standar perundang-undangan dan telah melewati proses perawatan menyeluruh (docking) pada awal tahun ini.
Ia meluruskan spekulasi publik yang mengaitkan insiden tersebut dengan usia kapal. Ia memberikan analogi, penilaian kelaikan sebuah kapal tidak bisa disamakan dengan siklus hidup makhluk biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sebenarnya mau saya luruskan. Kapal ini jangan kita perlakukan seperti manusia atau barang organik, di mana makin tua itu makin jelek. Kapal itu mesin. Mesin itu bisa di-rebuild, bisa di-tuning up lagi, atau bahkan diganti. Plat kapal yang sudah tipis pun bisa di-double," kata Yoel ditemui di kantor PT Virgo Karya Shipping di Surabaya, Senin (14/9).
Menurut Yoel, perusahaan memiliki regulasi ketat yang membedakan antara usia kalender kapal dengan kondisi teknisnya. Ia menjamin bahwa PT Virgo Karya Shipping tidak akan mengambil risiko memberangkatkan armada yang tidak memenuhi kualifikasi keselamatan pelayaran.
"Kita tidak mungkin berani melayarkan kapal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan. Tentu, banyak penyesuaian yang perlu dilakukan. Itu sudah kita lakukan, sudah sesuai standar, maka kita berani putuskan bahwa kapal itu siap berlayar," ucapnya.
Sebagai bukti kelaikan fisik dan administrasi, Yoel membeberkan bahwa KM Virgo 8 memiliki dokumen pelayaran yang berstatus aktif dan legal. Seluruh kelengkapan administrasi seperti Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan sertifikat kelaiklautan kapal dipastikan lengkap sebelum armada bertolak.
Menepis keraguan terkait perawatan rutin, pihak manajemen juga mengungkapkan rekam jejak pemeliharaan armada. Kapal tersebut tercatat baru saja menyelesaikan proses docking secara penuh (full docking) pada bulan Februari tahun ini.
"Untuk informasi docking, terakhir itu kita lakukan secara full di bulan Februari 2026 tahun ini. Itu pasti harus dilakukan agar kapal selalu memenuhi standar keselamatan yang sudah ditetapkan," pungkas Yoel.
KM Virgo Transpor 8 ialah armada berjenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro). Kapal ini ternyata memiliki riwayat panjang selama nyaris empat dekade mengarungi lautan, sebelum akhirnya hilang kontak saat membawa 243 penumpang di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9)
Berdasarkan penelusuran data di situs https://www.vesselfinder.com dan https://maritimeoptima.com, KM Virgo Transport 8 bukanlah armada baru. Kapal bernomor identifikasi IMO 8625179 ini pertama kali diproduksi pada tahun 1987 oleh perusahaan Shin Kurushima Onishi Shipyard, Jepang. Artinya kapal ini tercatat telah berusia 39 tahun.
KM Virgo 8 ini sebelumnya bernama Ferry Kurushima. Ukuran panjangnya 119 meter dan tonase kotor (Gross Tonnage/GT) mencapai 4.277.
Kapal ini menghabiskan sebagian besar massa berlayarnya di Jepang. Selama kurun waktu 1987 hingga pertengahan 2025, kapal ini secara rutin melayani rute penumpang dan kendaraan dari Kokura menuju Matsuyama.
Perusahaan pelayaran domestik, PT Virgo Karya Shipping mengambil alih kepemilikan kapal tersebut, pada periode pergantian tahun 2025 hingga 2026.
Setelah melalui proses perpindahan registrasi menjadi kapal berbendera Indonesia, namanya resmi diubah menjadi KM Virgo Transport 8. Kapal ini kemudian diterjunkan secara komersial untuk melayani rute Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) menuju Pelabuhan Trisakti (Banjarmasin) mulai Juli 2026.
Ironisnya, baru sekitar dua bulan beroperasi melayani rute perairan tersebut, armada ini menemui nasib tragis, Minggu (13/9) dini hari kemarin
(frd/isn)

4 hours ago
1

















































