Serang, CNN Indonesia --
Bupati Lebak, Banten, Hasbi Jayabaya, mendatangi rumah Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, Rabu (1/4).
Keduanya terlihat berjabat tangan setelah ketegangan pasangan kepala daerah itu mengemuka kala acara halalbihalal di Pendopo Kabupaten Lebak, Banten, Senin (30/3) lalu.
Hasbi menjelaskan alasan dirinya mendatangi rumah wakil bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga kenapa memberanikan datang ke rumah Pak Wakil karena saya merasa beliau selain wakil bupati juga beliau adalah senior, orang tua begitu," ujar Hasbi kepada awak media.
Hasbi mengapresiasi Amir Hamzah yang legowo atas kedatangannya, meski sempat tersinggung dengan ucapannya di hadapan para aparatur sipil negara (ASN) pada halal bihalal awal pekan ini.
Bupati Lebak tersebut pun berjanji akan memperbaiki komunikasinya agar lebih baik dan santun kedepannya, agar tidak ada kegaduhan lagi.
"Saya sampaikan ke Pak Wakil bahwa memang hari kemarin adalah tanggung jawab saya begitu," terangnya.
Selain itu, Hasbi berjanji ke depan akan bekerja lebih baik lagi untuk membangun Kabupaten Lebak bersama Amir Hamzah.
"Saya sudah menyampaikan kepada Pak Wakil Bupati, kita harus kembali kondusif untuk kepentingan masyarakat Lebak dan pemerintah daerah Kabupaten Lebak begitu," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Hasbi menyatakan Amir Hamzah bukan hanya wakil bupati, namun ia anggap juga sebagai orang tua dan senior di pemerintahan.
Hasbi berterima kasih Amir Hamzah sudah bisa memahaminya, karena sikap dan ucapan yang dianggap keterlaluan.
"Pertama sebagai wakil bupati, kedua juga sebagai senior memahami kondisi, tapi kita sudah sepakat bahwa kita akan kembali mengutamakan kepentingan rakyat, bahwa urusan personal antara Hasbi dan Pak Amir itu sudah selesai," tuturnya.
Hubungan Hasbi dan Amir sempat menegang akibat pernyataan bupati yang menyinggung status mantan napi korupsi wakil bupatinya saat halalbihalal Idulfitri 1447 H dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Kabupaten Lebak, Banten, Senin (30/3) pagi.
Amir Hamzah saat itu yang marah pun meninggalkan pendopo kabupaten sambil didampingi sejumlah orang. Video tersebut pun viral di media sosial.
Sebab menjadi perhatian nasional karena viral, Gubernur Banten Andra Soni dan PDIP sebagai partai yang menaungi kepala daerah tersebut pun sampai turun tangan.
(ynd/kid)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
4

















































