Pekerja Pembersih Gedung di Surabaya Tewas, 6 Saksi Diperiksa

7 hours ago 4

Surabaya, CNN Indonesia --

Aparat Polrestabes Surabaya kini tengah mendalami insiden kecelakaan kerja maut yang menimpa seorang pekerja pembersih gedung di Apartemen Waterplace Residence, Surabaya, Jawa Timur.

Korban yang diketahui bernama Edy Suparno (51) meninggal dunia setelah terhempas dari gondola dan sempat terombang-ambing di ketinggian akibat hantaman badai di Surabaya, Senin (2/3) kemarin.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto mengonfirmasi saat ini tim penyidik sedang mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang dianggap mengetahui kronologi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi," kata Edy saat dikonfirmasi, Selasa (3/3).

Eddy menyebut, proses hukum terus berjalan untuk memastikan duduk perkara dari insiden yang merenggut nyawa pekerja. Setidaknya enam orang saksi sudah diperiksa.

"Benar sekarang masih melakukan terhadap 6 orang saksi," ujarnya.

Di sisi lain, pihak manajemen Apartemen Waterplace Residence menyampaikan duka citanya atas meninggalnya seorang pekerja pembersih gedung tersebut.

"Pertama-tama saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Edy, terkait dengan peristiwa laka kerja yang terjadi pada area apartemen," kata Building Manager Waterplace Residence, Melly Muryana.

Lebih lanjut, Melly mengatakan pihaknya akan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Surabaya.

"Saat ini sudah ditangani pihak Polrestabes Surabaya, selanjutnya kami akan kooperatif mengikuti prosedur hukum yang berlaku, untuk yang lainnya mohon dikonfirmasi kepada pihak Polrestabes Surabaya," ucapnya.

Sebelumnya, seorang pekerja pembersih kaca pada gedung Apartemen Waterplace Residence di Surabaya, tewas saat mengalami kecelakaan kerja, Senin (2/3) kemarin.

Kejadian bermula pukul 14.30 WIB, saat empat orang pekerja, tengah melakukan aktivitas pembersihan kaca dinding gedung apartemen. Mereka menggunakan dua unit alat bantu gondola yang menggantung pada dinding bangunan. Masing-masing gondola berisi dua orang pekerja.

Namun, saat pekerjaan berlangsung, hujan tiba-tiba turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang menyapu area tersebut. Satu unit gondola yang berisi dua gondola berhasil turun lebih dulu untuk menyelematkan diri.

Sementara gondola yang dua pekerja lainnya terhenti di lantai 26. Mereka terombang-ambing di atas ketinggian. Salah satunya masih bertumpu pada gondola. Sementara satu pekerja lainnya, kondisinya menggelantung terkait tali pengaman, tubuhnya berkali-kali terbanting dan menghantam gedung.

"Untuk gondola yang pertama berhasil turun hingga lantai dasar, namun untuk gondola yang ke dua pada saat kejadian berada di lantai 26, terhenti tidak bisa turun ke bawah dikarenakan sudah terpontang-panting akibat angin yang kencang disertai hujan lebat," kata Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim.

Proses evakuasi segera dilakukan oleh tim internal Pakuwon Mall dengan dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Edy Suparno (51) Tambak Wedi Baru, Surabaya. Sementara itu, rekan kerja korban yang mengalami luka-luka, Ribut Budiyanto (53), warga Tambak Wedi Baru, Surabaya, saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS William Booth.

"Dan untuk di gondola yang ke dua 1 orang pekerja tidak selamat dan 1 orang korban berhasil selamat dan di rujuk ke RS William Booth," katanya.

(frd/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |