Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah warga yang diduga menjadi korban penipuan modus investasi sembako menggeruduk rumah pelaku di Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Polisi mengungkap korban mencapai 43 orang dengan total kerugian mencapai Rp 1,1 M.
"Informasi awal (jumlah korban) kurang lebih 43 orang. Jadi misalkan nih, saya ikutan terus saya bawa orang lagi, jadi banyak korbannya," kata Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik Hartono mengutip detikcom, Minggu (29/3).
Hendrik menyebutkan kerugian dari 43 orang korban mencapai Rp 1,1 miliar. Mereka menginvestasikan uangnya ke pelaku berinisial dengan iming-iming keuntungan besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dari 43 orang itu kan macam-macamnya (jumlah investasi), ada yang 60 juta, ada yang ada yang paling besar 200 juta. Rata-rata itu perempuan korbannya. Jadi saat ini dugaan kerugian kurang lebih 1,1 M, dari kurang lebih 43 orang korban," kata Hendrik.
"Jadi seolah-olah nih kalau harga pasaran minyak goreng 1 kilo itu di harga pasarannya 39 ribu sama dijual dia bisa jual 30 ribu. Jadi setelah sudah banyak yang investasi baru dia kabur," imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah warga mendatangi rumah terduga pelaku penipuan modus investasi sembako di Tenjo, Kabupaten Bogor. Polisi turun tangan.
"Jadi saya dapat informasi ada demo di Puri Tenjo, warga demo geruduk rumah orang. Ketika saya cek ke lokasi ternyata itu warga yang diduga menjadi korban penipuan investasi sembako, minyak goreng dan gula pasir," kata Hendrik.
Hendrik mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/3) siang. Iptu Hendrik bersama anggota mendatangi lokasi untuk meredam emosi warga dan menghindari tindakan anarkis.
"Kita ke sana supaya warga ini nggak anarkis, kan orangnya kan sudah melarikan diri, khawatir ada penjarahan atau ada orang-orang yang memanfaatkan situasi, kemudian malah ngambil barang-barang orang," kata Hendrik.
"Alhamdulillah situasinya kondusif. Kemudian saya sosialisasikan terkait perkara hukum, akhirnya mereka mau ikut ke polsek buat LP, buat laporan. Situasi aman sampai saat ini, kalau kita biarkan atau kalau telat, mungkin sudah pada masuk rumah pelaku sampai berbuat anarkis," imbuhnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
4












































