Tangerang Selatan, CNN Indonesia --
Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam keras insiden penembakan pesawat Smart Air saat mendarat di Bandara Koroway Batu, Papua Selatan, Rabu (11/2).
Pilot Kapten Enggon dan kopilot Kapten Baskoro tewas dalam peristiwa tersebut.
Ketua IPI Cpt Muammar Reza menyebut peristiwa itu sebagai tragedi memilukan yang tidak hanya menjadi perhatian nasional, tetapi juga internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ikatan Pilot Indonesia mengecam dan mengutuk keras tragedi ini yang telah menyita perhatian bukan hanya pada level nasional, tetapi juga dunia internasional," kata Reza dalam konferensi pers di Tangerang, Kamis (12/2).
Menurut dia, tindakan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya terkait keamanan penerbangan.
Ia juga menyebut insiden itu melanggar ketentuan internasional, termasuk ICAO Annex 17 tentang Keamanan Penerbangan serta Konvensi Chicago 1944.
Reza menegaskan penerbangan merupakan moda transportasi strategis nasional yang vital bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
Transportasi udara, kata dia, berperan penting dalam mobilitas masyarakat hingga distribusi logistik, pangan, dan layanan medis ke wilayah terpencil.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, IPI mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian khusus dan segera mengambil langkah guna menjamin keamanan penerbangan di wilayah berisiko tinggi.
"Pilot sebagai pengemban tugas transportasi udara wajib dilindungi oleh negara dalam setiap pelaksanaan tugasnya," ujarnya.
Ia menambahkan bandara sebagai bagian dari infrastruktur penerbangan merupakan objek vital nasional yang harus dilindungi dari gangguan keamanan, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.
IPI juga meminta Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) mengambil langkah konkret, termasuk mempertimbangkan penghentian sementara operasional bandara dengan risiko keamanan tinggi hingga situasi dinilai aman.
"Kami mengimbau seluruh pilot Indonesia, khususnya yang bertugas di daerah berisiko tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga dalam situasi seperti ini," kata Reza.
IPI turut menyampaikan simpati dan empati kepada keluarga korban serta berharap peristiwa serupa tidak terulang dalam sejarah penerbangan Indonesia.
Sebelumnya, pesawat Smart Air dengan rute Tanah Merah menuju Koroway, Kabupaten Doven Digoel, ditembaki saat mendarat sekitar pukul 11.00 WIT.
Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan proses evakuasi kru dijadwalkan dilakukan pada Kamis (12/2).
Sebelum evakuasi, tim Satgas Damai Cartenz akan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan lebih lanjut.
(arl/isn)

3 hours ago
3

















































