DVI Identifikasi Body Part Korban Ketiga Pesawat ATR Jatuh di Sulsel

3 hours ago 2

Makassar, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan telah menyerahkan satu kantong jenazah kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk diidentifikasi setelah berhasil dievakuasi dari lokasi pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kita juga sudah menerima jenazah yang ketiga dari Basarnas dan sekarang masih dilakukan proses identifikasi," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto saat memberikan keterangan di Kantor Dokkes Polda Sulsel, Makassar, Sulsel, Kamis (22//1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Tim SAR gabungan menyerahkan potongan tubuh manusia atau body part diduga berasal dari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 setelah berhasil ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ke petugas tim Tim DVI pada Rabu (21/1).

Sementara itu saat dikonfirmasi hari ini, Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris menerangkan bahwa tim DVI saat ini masih melakukan proses identifikasi setelah menerima satu kantong jenazah dari Basarnas.

Meski demikian, Haris mengaku belum mengetahui pasti isi kantong jenazah tersebut apakah jenazah utuh atau hanya potongan tubuh korban dan jenis kelaminnya.

"Kami menerima kantong jenazahnya nanti kita buka isinya apa. Kemarin sore (diterima). Kami sementara proses periksa. Nanti kami sampaikan setelah ada hasil," ungkapnya.

Haris menuturkan tim DVI baru akan melakukan pemeriksaan terhadap kantong jenazah sehingga belum diketahui bagaimana tingkat kesulitan dalam proses identifikasi terhadap korban yang ketiga ini.

"Seperti yang kami sampaikan kemarin bahwa ada metode-metode primer, ada metode sekunder. Jika sidik jari primer tidak dapat kami temukan, kita memakai gigi geligi, kemudian kalau tidak bisa memakai pemeriksaan DNA. Kemudian kalau data sekundernya ya bisa dari data-data properti, ciri-ciri khusus, termasuk ciri-ciri umum: tinggi badan, berat badan, dan bekas operasi dan lain sebagainya," katanya.

Sebelumnya, pada Rabu lalu, Kepala Basarnas Makssar yang juga SAR Mission Coordinator (SMC) Muhammad Arif Anwar mengatakan pihaknya telah menyerahkan kantong jenazah berisi body part diduga korban pesawat ATR jatuh di Gunung Bulusaraung ke DVI.

Arif Anwar mengatakan penemuan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.

"Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur," kata Arif dalam keterangannya, Rabu kemarin.

Arif menjelaskan body part korban yang ditemukan tim SAR gabungan tersebut, kemudian diserahkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk selanjutnya akan diidentifikasi tim DVI Polda Sulsel.

"Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat," jelasnya.

Tak hanya itu, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang diduga milik korban di antaranya laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.

"Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku," kata Arif Anwar.

Pada Kamis ini, Kas Ops Kodam XVI/Hasanuddin, Kolonel Dody Triyo Hadi mengatakan tim SAR gabungan kembali menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.

"Jajaran tim elang menemukan enam jenazah," kata Kas Ops Kodam XVI/Hasanuddin, Kolonel Dody Triyo Hadi di posko SAR Tompo Bulu, Kamis.

Enam jenazah tersebut ditemukan, kata Dody, berada di lereng Gunung Bulusaraung dan tidak jauh dari lokasi korban pertama ditemukan.

"Enam jenazah yang lokasinya seputaran radius 50 km dari korban yang pertama ditemukan," ungkapnya.

(kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |