Polisi Usut Kasus Emak-emak Bakar Toko Emas untuk Dicuri di Makassar

2 hours ago 2

Makassar, CNN Indonesia --

Polisi mendalami kasus perempuan inisial S (40) yang melakukan pencurian emas dari sebuah toko di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan modus pembakaran.

Dalam kasus itu, S nekat membakar toko emas di Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan, hingga sempat membawa kabur emas senilai Rp2 miliar.

Dari pemeriksaan polisi, S ternyata pernah menggunakan modus aksi pencurian yang sama di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya pelaku telah melakukan aksi pencurian emas sebanyak dua kali. Terakhir kali di Jeneponto," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/2).

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (12/2) sekitar pukul 13.30 WITA, bermula ketika pelaku datang ke toko emas dengan maksud ingin membeli perhiasan emas.

"Setelah beberapa perhiasan emas dikumpulkan dalam satu wadah, pelaku beralasan ingin memfoto emas tersebut untuk dikirimkan kepada suaminya," ujar ARya.

Namun, saat pemilik toko mencegah pelaku untuk memfoto, perempuan tersebut tiba-tiba melakukan aksi pembakaran.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku telah menyiapkan botol air mineral berisi bensin yang dibawanya dari rumahnya di Bantaeng.

"Begitu emas sudah terkumpul, pelaku langsung membakar. Saat api muncul dan orang-orang panik, pelaku mengambil emas yang sudah ada dalam wadah tersebut dan berusaha melarikan diri," jelasnya.

Namun, warga dan orang-orang di sekitar lokasi segera bertindak cepat sehingga pelaku berhasil diamankan di tempat kejadian.

Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Polrestabes Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.

Menurut Arya, nilai emas yang sempat dikumpulkan pelaku mencapai hampir Rp2 miliar dengan total berat kurang lebih satu kilogram perhiasan, terdiri dari berbagai ukuran, di antaranya 98 gram dan 100 gram.

"Emas tersebut sempat dibawa pelaku, namun langsung diamankan. Barang bukti sudah kami kembalikan kepada pemilik toko," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Arya, aksi pelaku didasari akibat permasalahan ekonomi dan beraksi hanya seorang diri.

"Dia mengaku nekat melakukan perbuatannya karena terhimpit utang. Saat datang, dia hanya membawa paper bag berisi botol air mineral dan korek api," terangnya.

Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan dan penerapan pasal yang akan dikenakan kepada pelaku.

"Masih kami dalami karena kejadiannya baru saja berlangsung," katanya.

(mir/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |