Makassar, CNN Indonesia --
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi jenazah korban kedua yang ditemukan dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjenis kelamin perempuan yang dievakuasi dari lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
"Jenazah post mortem cocok dengan ante mortem teridentifikasi bernama, Florencia Lolita, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun Jakarta Timur," kata Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris dalam rilisnya, Rabu (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Florencia adalah pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung. Proses identifikasi Florencia, kata Haris melalui pemeriksaan di sidik jari dan beberapa properti serta data rekam medis.
"Melalui sidik jari, data gigi dan properti serta rekam medis," jelasnya.
Jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, setelah dievakuasi dari puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dari pantauan CNNIndonesia.com, jenazah tersebut tiba di RS Bhayangkara Makassar, Selasa (20/1) sekitar pukul 22.38 WITA. Kemudian langsung dibawa ke ruangan jenazah dengan penanganan dari tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.
Kemudian terlihat sejumlah petugas kepolisian dan TNI melakukan pengawalan di sekitar rumah sakit Polri tersebut.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar hingga sampai disini, berkat kerja sama dengan tim gabungan," kata Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko kepada wartawan.
Sementara untuk korban pertama, kata Bangun saat ini masih dalam perjalanan ke RS Bhayangkara Makassar dan diprediksi akan tiba pada Rabu (21/1) dinihari.
"Mudah-mudahan paket yang pertama segera juga sampai disini. Diperkirakan akan sampai dini hari," ujarnya.
Saat ini, proses identifikasi telah berlangsung yang dilakukan oleh tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.
(mir/wis)

2 hours ago
3

















































