Jenazah Pelatih Valencia Teridentifikasi Lewat Cincin dan Jam Tangan

23 hours ago 5

Kupang, CNN Indonesia --

Polda NTT mengungkapkan proses identifikasi terhadap jenazah korban telah selesai dilakukan dan memastikan korban yang ditemukan Minggu (4/1) pagi adalah jenazah pelatih tim B wanita Valencia Spanyol, Fernando Martin Carreras.

Kepastian tersebut setelah ditemukan kesesuaian antara data ante mortem dan post mortem antara lain jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus seperti tato dan cincin serta jam tangan yang digunakan korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ditemukan kesesuaian antara data ante mortem dan post mortem, antara lain jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus berupa tato, serta properti personal seperti cincin dan jam tangan. Seluruh temuan tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (4/1) malam.

Dia mengungkapkan proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh Tim DVI Biddokkes Polda NTT, dengan membandingkan data ante mortem dari keluarga dan kedutaan, serta data post mortem hasil pemeriksaan medis forensik.

"Identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati, mengedepankan prinsip ilmiah dan kemanusiaan. Tim DVI mengumpulkan dan mencocokkan data primer dan sekunder sesuai protokol Interpol," jelas Henry.

Meskipun data primer seperti sidik jari tidak dapat digunakan secara optimal akibat kondisi jenazah, Tim DVI berhasil memperoleh kecocokan kuat pada sejumlah data sekunder, baik fisik maupun properti yang melekat pada korban.

Ia menyampaikan bahwa sesuai standar DVI Interpol, identifikasi korban dapat dinyatakan terkonfirmasi apabila terdapat kecocokan dua atau lebih data sekunder yang kuat, meskipun data primer terbatas.

Saat ini jenazah berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo untuk penanganan lanjutan, sembari menunggu proses koordinasi pemulangan ke negara asal bersama pihak keluarga dan perwakilan kedutaan.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan pada Minggu (4/1) pagi sekitar pukul 08.47 WITA berhasil menemukan satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM. Putri Sakina di sekitar selat Padar.

Menurut Kepala Kantor SAR Maumere Fatur Rahman korban ditemukan oleh personil Ditpolairud Polda NTT yang tergabung dalam operasi SAR sedang melakukan penyisiran menggunakan kapal KPC XXII 2007. Jenazah ditemukan sekitar 1,13 nauticalmile atau dua kilometer dari titik duga kapal KM. Putri Sakina tenggelam.

Dari temuan tersebut, operasi SAR diperpanjang lagi tiga hari dimulai Senin (5/1) hingga Rabu (7/1)..

Dengan temuan satu jenazah pada hari ke sepuluh proses pencarian, kini tersisa dua korban yang masih dinyatakan hilang. Kedua korban hilang tersebut adalah warga negara asing asal Spanyol.

Sebelumnya, kapal wisata KM. Putri Sakina yang mengangkut 11 penumpang terdiri dari empat ABK dan tujuh penumpang diantaranya enam warga negara asing asal Spanyol dan satu pemandu wisata warga negara Indonesia tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12) malam.

Sesaat setelah tenggelam tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi terhadap tujuh korban selamat dan empat orang dinyatakan hilang dan saat dalam proses pencarian.

Untuk mempermudah pencarian dua korban yang masih hilang, Polri menggunakan sonar sistem dan drone bawah air.

(ely/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |