TEMPULING – Guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, SMP Negeri 1 Tempuling sukses menyelenggarakan Workshop Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dewan guru dan staf SMPN 1 Tempuling ini mengusung tema krusial, yakni *”Peningkatan Kompetensi Guru untuk Memahami Perundungan, Kekerasan, dan Kekerasan Seksual. Agenda ini merupakan langkah nyata sekolah dalam merespons tantangan sosial yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan saat ini.
Kepala SMPN 1 Tempuling, Enarlis, SE., M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa peran guru saat ini tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan saja, melainkan juga sebagai pelindung dan Role Model bagi siswa.
“Workshop ini sangat penting agar kita semua memiliki pemahaman yang sama dan mendalam mengenai apa itu perundungan dan kekerasan, termasuk kekerasan seksual yang seringkali bersifat laten. Dengan kompetensi yang mumpuni, guru diharapkan mampu melakukan pencegahan dini dan menangani kasus dengan tepat sesuai jalur hukum dan psikologis,” ujar Enarlis di hadapan para peserta.
Untuk membedah materi tersebut dari sudut pandang hukum dan perlindungan anak, SMPN 1 Tempuling menghadirkan pakar hukum sebagai narasumber tunggal, yakni Dr. Titin Triana, SH., MH.
Dalam paparannya, Dr. Titin Triana menjelaskan secara mendalam mengenai payung hukum perlindungan anak serta batasan-batasan tindakan yang masuk dalam kategori kekerasan. Beliau memberikan panduan praktis bagi para pendidik tentang cara mengenali tanda-tanda trauma pada siswa serta langkah penanganan hukum yang harus diambil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi tanya jawab. Para guru berdiskusi mengenai studi kasus nyata yang sering ditemui di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan SMPN 1 Tempuling mampu mewujudkan sekolah ramah anak yang bebas dari rasa takut, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan maksimal.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh tenaga pendidik SMPN 1 Tempuling untuk menjadi garda terdepan dalam menghapus praktik perundungan dan kekerasan di sekolah.@Lekno


6 hours ago
2

















































